Italia terancam gagal bayar utang

Terbaru  4 Agustus 2011 - 08:43 WIB
Senat Italia

Senat Italia meloloskan kebijakan pengetatan anggaran pemerintah 14 Juli lalu.

Italia diramalkan akan terjerat dalam situasi gagal bayar akibat tumpukan utang yang menggunung, sementara Spanyol kemungkinan lolos dari situasi yang sama kata lembaga pemikir ekonomi Inggris, Centre for Economics and Business Research (CEBR).

Dengan banyak negara terjerat utang yang sulit dibayar, lembaga itu membuat skenario ekonomi jenis "baik" dan "buruk" untuk dua negara Eropa tersebut.

Menurut skenario ini Italia tidak akan bisa menghindari status default kecuali tiba-tiba terjadi lonjakan pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, "ada peluang Spanyol bisa menghindari default".

Meski Italia sudah mulai mempraktekkan anggaran sangat ketat, dan berjuang keras mengurangi tingkat defisitnya pada 2014, ekonomi negara itu tetap memerlukan dorongan signifikan agar bisa tumbuh.

Ekonomi 'kuat'

Ekonomi Italia hanya tumbuh 0,1% pada kuartal pertama 2011, pertumbuhan berikutnya diperkirakan tetap lemah.

Sebaliknya pada Rabu kemarin Perdana Menteri Silvio Berlusconi berpidato di depan parlemen, dan mengatakan bahwa perekonomian "kuat" dan bank-bank di negeri itu tetap "solvent".

Namun banyak pengamat ekonomi merasa bahwa perekonomian terbesar ketiga zona Eropa ini beresiko terjerat dalam krisis utang.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan hari ini (Kamis, 4/8) CEBR menghitung utang Italia akan tumbuh 128% dibanding output nasional tahunannya dan akan menjadi 150% pada tahun 2017 jika surat utang negara itu tetap memberi bunga diatas 6% sementara pertumbuhan ekonomi mandek.

"Bahkan jika ongkos pinjam turun sampai 4%, pertumbuhan ekonomi akan tetap anemik sehingga rasio utang terhadap GDP tetap 123% tahun 2018," kata Doug McWilliams, Direktur CEBR.

Sementara situasi di Spanyol sedikit lebih optimistis karena tingkat utangnya yang jauh lebih rendah. Bahkan bila dibuat dalam model skenario "buruk" sekalipun, rasio utang Madrid diramalkan tidak akan tumbuh diatas 75% dibanding output nasionalnya.

"Mudah-mudahan ada peluang nyata bagi Spanyol untuk menghindari default dan paksaan restrukturisasi utang, kecuali kalau kemudian negara itu juga tertular (krisis)," kata McWilliams.

"Tapi secara realistis, Italia pasti akan default, sementara Spanyol mungkin lolos tanpa harus kena," simpulnya.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.