Suu Kyi lakukan perjalanan politik pertamanya

Terbaru  14 Agustus 2011 - 11:40 WIB
Aung San Suu Kyi

Aung San Suu Kyi disambut pendukungnya di kota Bago dalam kunjungan politiknya.

Pemimpin gerakan pro-demokrasi Burma, Aung San Suu Kyi melakukan perjalanan politik pertamannya di luar Rangoon sejak dia dibebaskan dari tahanan rumah November lalu.

Dalam perjalanannya hari ini (14/8), Suu Kyi rencanannya akan bertemu dengan sejumlah pendukungnya di kota Bago yang terletak sekitar lima puluh kilometer sebelah utara Rangoon.

Dalam perjalanannya itu, dia akan diiringi oleh sekitar 30 mobil yang akan berangkat secara bersamaan.

Dalam kunjungannya kali ini sekitar 200 pendukung Suu Kyi di kota itu akan menyambutnya di Pagoda Shwemawdaw yang terletak di kota tersebut.

"Kami sangat senang bertemu dengan dia," kata seorang pelajar di kota Bago, Win Win Myint (23) seperti dikutip dari AFP.

"Saya belum pernah melihat dia secara langsung."

Juru Bicara Liga Nasional Demokrasi, NLD, Nyan Win mengatakan dalam kunjungannya kali ini Suu Kyi akan meresmikan pembuakaan dua perpustakaan dan bertemu dengan anggota forum pemuda.

Masalah keamanan

Dia menjelaskan persoalan keamanan akan menjadi perhatian dari partai tersebut saat acara kunjungan pemimpin mereka ini berlangsung.

"Anggota partai kami akan menjaga keamanan Suu Kyi dan tentu juga akan dibantu oleh pihak keamanan setempat," kata Nyan Win.

"Kami sangat senang bertemu dengan dia"

Win Win Myint

Persoalan keamanan menjadi perhatian karena dalam kunjungan terakhirnya pada tahun 2003 lalu, rombongannya mendapat serangan dan insiden ini belakangan berujung pada penahanan dirinya selama tujuh tahun oleh junta militer Burma.

Juni lalu pihak militer yang berkuasa memperingatkan bahwa perjalanan politik Suu Kyi akan memicu kekacauan dan kerusuhan di negara itu.

Namun kemudian Suu Kyi dibolehkan untuk melakukan kunjungan ke sebuah kuil kuno di pusat keramaian Burma sebagai upaya untuk melihat kemungkinan ada tidaknya gangguan saat kunjungan tokoh prodem tersebut.

Tekanan internasional

Sikap pemerintah Burma yang didukung militer saat ini memang tengah melunak kepada Suu Kyi, belakangan mereka juga akan melakukan pembicaraan dengan Suu Kyi pada hari Jumat lalu.

Keduanya mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebutkan keinginan untuk bekerja bersama menjaga 'stabilitas' dan pengembangan demokrasi.

Langkah pemerintah militer di Burma ini tidak lepas dari tekanan sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya pada Juli lalu, AS meminta Burma melakukan langkah maju yang kongkret untuk menuju negara demokrasi.

Saat ini Burma masih menerima sanksi ekonomi dari AS dan negara barat lainnya yang menginginkan adanya reformasi dalam pembangunan demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.