Bank Dunia: Pasar dunia dalam bahaya

Terbaru  14 Agustus 2011 - 22:51 WIB

Pasar kehilangan kepercayaan terhadap sejumlah pemimpin dunia, kata Zoellick

Pasar-pasar dunia memasuki "wilayah berbahaya baru", kata Presiden Bank Dunia World Robert Zoellick pada sebuah seminar di Sydney Australia.

Dia mengatakan para penanam modal kehilangan kepercayaan kepada pemimpin sejumlah negara penting.

Ketika berbicara pada pertemuan Asia Society, Zoellick juga mengatakan ekonomi dunia sedang mengalami "perbaikan sangat cepat".

Negara-negara berkembang sekarang menjadi sumber pertumbuhan dan kesempatan, katanya.

Dalam dua minggu terakhir pasar saham dunia anjlok karena kekhawatiran terhadap negara-negara besar.

Amerika Serikat kehilangan peringkat hutang AAA Standard & Poor untuk pertama kali dalam sejarah karena terjadi pertikaian di Kongres tentang rencana menaikkan batas atas utang AS.

Di Eropa, muncul kabar peringkat Prancis juga akan diturunkan, meskipun kemudian disangkal. Sementara Italia mengumumkan rencana penghematan kedua dalam beberapa bulan terakhir.

Perbaikan yang rapuh

"Terjadinya berbagai kejadian di Eropa dan AS yang menyebabkan sejumlah pelaku pasar kehilangan kepercayaan kepada kepemimpinan ekonomi sejumlah negara penting"

Robert Zoellick

"Yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir adalah berbagai peristiwa di Eropa dan AS yang menyebabkan sejumlah pelaku pasar kehilangan kepercayaan kepada kepemimpinan ekonomi sejumlah negara penting," kata Zoellick.

"Saya pikir berbagai kejadian ini disamping sejumlah kerapuhan perbaikan membuat kita memasuki zona bahaya baru."

Dia menekankan hal ini agar para pembuat kebijakan menangani masalah dengan serius.

Dalam kaitannya dengan AS, Zoellick mengatakan pasar tidak khawatir ekonomi terbesar dunia itu akan menghadapi masalah dalam waktu dekat, tetapi pasar sudah terbiasa terhadap AS "yang memainkan peran kunci dalam sistim ekonomi dan kepemimpinan".

Zona euro menghadapi masalah yang lebih serius karena sejumlah anggota "terus mengalami masalah".

Tetapi Zoellick mengatakan Australia dalam keadaan yang lebih baik dibandingkan negara maju lain karena sudah melakukan perbaikan struktural.

Dalam kaitannya dengan Cina, presiden Bank Dunia mengatakan apresiasi yuan akan membantu mengurangi tekanan inflasi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.