Perang di Tripoli terjadi lagi

Hak atas foto none
Image caption Saif al-Islam positif terhadap masa depan rezim ayahnya, Gaddafi

Perang terjadi di dua tempat penting di ibu kota Libia, Tripoli pada hari ketiga (23/8) antara pemberontak dan pasukan Kolonel Muammar Gaddafi.

Tembakan dan ledakan terdengar di dekat hotel yang berada di bawah pengawasan pasukan pemerintah disamping daerah di sekitar kompleks pemimpin Libia yang terletak di kawasan Bab al-Aziziya.

Semalam, anak laki-laki Gaddafi, Saif al-Islam muncul di depan umum, beberapa hari setelah pemberontak mengatakan dia tertangkap.

Dia menegaskan pemerintah telah "mematahkan tulang punggung" serangan pemberontak.

Saif al-Islam tiba di Hotel Rixos, tempat wartawan asing bermarkas, dengan menggunakan kendaraan pemerintah Selasa dini hari.

Perebutan kekuasaan

Wartawan kami melaporkan terjadi tembakan senjata, mortir dan granat roket terus-menerus di sekitar hotel pada hari Selasa tetapi sulit untuk mengetahui apakah berasal dari pasukan Gaddafi atau para pemberontak.

Kedua pihak mengaku telah menguasai sebagian besar ibu kota.

Wartawan BBC, Rupert Wingfield-Hayes, yang bersama-sama kelompok pemberontak di pinggiran barat Tripoli mengatakan para komandan memutuskan untuk memusatkan pasukan di kompleks Bab al-Aziziya yang dijaga ketat.

Mereka memandang konflik dapat diakhiri dengan penangkapan atau pembunuhan Gaddafi, lapor wartawan kami.

Sementara NATO meminta pemberontak untuk bergerak mundur agar dapat membom Bab al-Aziziya.

Berita terkait