Afrika gelar KTT terkait krisis kekeringan

Terbaru  25 Agustus 2011 - 13:28 WIB
Korban kelaparan di Somalia

PBB memperkirakan 12 juta jiwa jadi korban, puluhan ribu sudah meninggal dunia.

Organisasi negara-negara Uni Afrika (UA) dijadwalkan menggelar konferensi tingkat tinggi tentang kekeringan yang sudah lama tak juga diselenggarakan, di ibukota Ethiopia, Addis Ababa.

KTT antara lain akan membahas berapa besar dana yang dibutuhkan untuk mengatasi problem kekeringan akut ayng melanda wilayah tanduk benua hitam tersebut. Sejauh ini UA telah menjanjikan kucuran dana sebesar US$500 juta (atau setara dengan Rp4,2 triliun), namun menurut PBB setidaknya dibutuhkan lagi US$2 miliar (Rp 17 triliun) untuk benar-benar membantu para korban kekeringan.

Sedikitnya 12 juta jiwa di Somalia dan beberapa negara tetangga kini butuh bantuan darurat, seru PBB.

Puluhan ribu dari mereka diyakini sudah tewas sejak krisis air ini mulai.

Kritik terhadap respon

Kepala Komisi Uni Afrika Jean Ping mendesak agar negara-negara Afrika "segera bertindak memerangi kelaparan dengan menyediakan dana tunai dan bantuan moril untuk penyelamatan darurat kepada sesama saudara di Tanduk Afrika".

Pemerintah AS, Inggris, Cina, Jepang, Brazil dan Turki sudah menjanjikan sejumlah dana untuk wilayah ini, begitu pula Organisation Konferensi Islam (OKI), namun seluruh bantuan tersebut sangat jauh dari mencukupi.

Media setempat menyebut sejumlah pemerintah negara Afrika dihujani kritik karena dianggap lalai merespon situasi, sementara menurut Lembaga bantuan Oxfam, baru segelintir negara Afrika yang benar-benar memberikan sumbangan dana sampai saat ini.

Krisis makanan kali ini disebut-sebut sebagai yang paling parah melanda wilayah ini, sejak bencana kelaparan di Somalia antara tahun 1991-1992.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.