Dua biksu Tibet diganjar hukuman penjara

Terbaru  31 Agustus 2011 - 13:09 WIB
Foto aksi bakar diri Tsewang Norbu

Awal Agustus, seorang biksu juga membakar diri sebagai aksi protes.

Pengadilan di Cina menjatuhkan hukuman penjara atas dua biksu Tibet karena kematian seorang biksu yang membakar dirinya sebagai aksi protes.

Kantor berita Xinhua melaporkan Tsering Tenzin dan Tenchum diganjar 13 dan 10 tahun penjara karena 'pembunuhan yang disengaja' atas tewasnya Rigzin Phuntstog dari biara Kirti pada tanggal 16 Maret 2011.

Hari Senin (29/08), pengadilan sudah menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara atas biksu lainnya dalam kasus ini.

Drongdru -yang merupakan paman Phuntstog- didakwa dengan menyembunyikannya setelah membakar diri dan membiarkannya tidak mendapat pengobatan selama 11 jam.

Akan tetapi situasi yang sebenarnya dari kematian Phuntstog masih belum jelas.

Hukuman atas biksu ini dijatuhkan bersamaan dengan pertanyaan dari pemerintah Amerika Serikat tentang standar hukum yang digunakan dalam kasus tersebut dengan mengingatkan kembali identitas Tibet.

"Kami mendesak para pemimpin Cina untuk menangani kebijakan di kawasan Tibet yang telah menciptakan ketegangan serta melindungi keunikan bahasa, budaya, dan identitas agama di Tibet," seperti tertulis dalam pernyataan Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat.

Versi lain

Rigzin Phuntstog membakar diri di Aba, Provinsi Sichuan, yang memiliki komunitas Tibet yang besar.

"Kami mendesak para pemimpin Cina untuk menangani kebijakan di kawasan Tibet yang telah menciptakan ketegangan serta melindungi keunikan bahasa, budaya, dan identitas agama di Tibet."

Kemenlu Amerika Serikat

Saat itu kelompok pegiat hak asasi manusia mengutip para saksi mata yang melihat polisi memadamkan api dan setelah itu memukuli Phuntstog. Para biksu dan warga setempat kemudian membawanya ke biara sebelum diantar ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan beberapa jam kemudian.

Setelah Phuntstog tewas, berlangsung unjuk rasa di kawasan sekitar biara yang diikuti dengan penjagaan keamanan yang ketat.

Beberapa insiden membakar diri oeh biksu sebagai aksi protes terhadap dominasi Cina memang terjadi.

Awal bulan ini, seorang biksu Tibet berusia 29 tahun juga membakar diri hingga tewas di Sichuan.

Para pegiat melaporkan biksu yang bernama Tsewang Norbu memekik sejumlah slogan sebelum membakar diri, antara lain: "Kami warga Tibet menginginkan kemerdekaan" maupun "Hidup Dalai Lama."

Kelompok pegiat hak asasi manusia menuduh pemerintah Cina membungkam para biksu dan memaksa mereka untuk mengikuti pendidikan patriotik yang diwajibkan.

Bulan Maret 2008 marak unjuk rasa anti Cina di Tibet, yang diwarnai dengan kekerasan. Aksi protes itu merupakan yang terburuk di Tibet dalam waktu 20 tahun belakangan.

Banyak warga Tibet yang mengeluhkan semakin berkembangnya dominasi etnis Han dari Cina di Tibet dan menuduh Beijing berupaya mengikis identitas budaya mereka.

Namun Cina menegaskan mereka menanam investasi besar di Tibet untuk meningkatkan taraf hidup warga di sana.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.