Clinton: Al-Qaeda di balik ancaman teror

Nyw York Teror Hak atas foto Getty
Image caption Polisi menjaga setiap sudut kota dari kemungkinan ancaman teror jelang peringatan tragedi WTC.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, memperingatkan al-Qaeda berada di belakang ancaman teror menjelang peringatan 10 tahun tragedi 11 September.

Clinton menambahkan telah menerima laporan kredibel dan spesifik soal rencana serangan ke Washington DC dan New York. Namun, lanjut dia, informasi ini belum bisa dikonfirmasi.

"Al-Qaeda tengah berupaya menyerang warga Amerika Serikat khususnya di New York dan Washington DC," kata Clinton setelah menghadiri peringatan tragedi World Trade Center (WTC) di Bursa Efek New York, Jumat (9/9) waktu setempat.

"Ancaman ini bukan sebuah kejutan bagi kita semua. Ancaman ini adalah peringatan bahwa kita harus meneruskan perjuangan melawan ekstimisme dari manapun asalnya, siapapun pelakunya dan siapapun targetnya," tambah Clinton.

Clinton menegaskan pemerintah federal Amerika Serikat maupun pemerintah New York menangani ancaman ini dengan serius.

Dia memaparkan para pejabat negara khususnya yang menangani kontra terorisme merasa khawatir dengan ancaman aksi teror ini.

Sebab, dari berbagai dokumen yang ditemukan saat penyerbuan yang menewaskan Osama bin Laden di Pakistan, Mei lalu, menunjukkan rencana teror al-Qaeda yang bertepatan dengan peringatan tragedi WTC.

Tak perlu khawatir

Meski menyatakan ancaman teror al-Qaeda kemungkinan besar adalah nyata, namun Hillary Clinton mengimbau agar warga Amerika khususnya New York dan Washington DC tak perlu khawatir untuk melakukan kegiatan.

"Anda semua harus melanjutkan hidup. Kota ini (New York) adalah kota yang kuat," ujar Clinton yang juga mantan senator New York itu.

Clinton menambahkan keputusan warga kedua kota ini untuk tetap menjalankan kegiatan rutin di bawah ancaman teror bisa menjadi mata dan telinga untuk negara menghadapi terorisme.

Rangkaian acara untuk memperingati tragedi 10 tahun itu akan digelar di sepanjang pekan ini.

Presiden Barack Obama dijadwalkan mengunjungi lokasi Ground Zero, Pentagon dan melakukan upacara di Shankville, Pennsylvania, lokasi pesawat keempat yang dibajak, United 93, jatuh.

Selain Presiden Obama, mantan Presiden George W Bush juga dijadwalkan hadir dalam peringatan itu.

Keamanan diperketat

Sementara itu, New York memperketat keamanan di berbagai sudut kota menjelang peringatan tragedi yang menewaskan kurang lebih 3.000 orang itu.

Pos-pos pemeriksaan dibangun di berbagai pintu masuk New York dan poisi memeriksa semua kendaraan sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Selain di jalan raya, pengamanan New York juga diperketat di terowongan dan berbagai jembatan.

Walikota New York, Michael Bloomberg, menumpang kereta bawah tanah sebagai tanda bahwa aparat keamanan sudah bekerja sebagaimana mestinya.

Di Washington DC, Kepala Polisi Cathy Lanier meminta warga kota memaklumi adanya pemeriksaan keamanan lebih sering dan lebih ketat.

Selain itu, pergantian personel polisi diperketat dan warga diminta segera melaporkan berbagai hal mencurigakan.

Berita terkait