Pengalaman mantan tahanan ISA Malaysia

Terbaru  16 September 2011 - 20:30 WIB
PM Najib Razak

Pengumuman PM Najib Razak disambut oleh organisasi hak asasi manusia

Seorang mantan tahanan Malaysia yang sempat mendekam dipenjara tanpa diadili menuntut agar pemerintah mengakui kesalahan karena menerapkan undang-undang keamanan dalam negeri.

Perdana Menteri Najib Razak mengumumkan akan mencabut Internal Security Act (ISA), undang-undang yang memungkinkan penahanan seseorang tanpa pengadilan.

Chairul Anuar, wakil ketua komisi pemuda Partai Keadilan Rakyat Malaysia, mengatakan ia ditahan pada saat masih mahasiswa karena bersuara lantang terhadap pemerintah.

"Pengalaman yang pahit bagi seorang rakyat Malaysia. Saat itu saya berjuang dan vokal dalam menyuarakan isu-isu rakyat. Pengalaman yang pahit dan perkara yang tidak bisa dimaafkan," kata Chairul kepada BBC Indonesia.

Chairul mengatakan ia saat itu adalah pendukung mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Tak terkait keamanan

Mantan tahanan Malaysia tuntut maaf

Mantan tahanan Malaysia Chairul Anuar mengatakan kepada Endang Nurdin pemerintah harus meminta maaf atas pemberlakuan ISA, yang memungkinan penahanan tanpa pengadilan.

Dengarmp3

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

"Dalam interogasi yang ditanya adalah soal pandangan politik dan tidak ada kaitan langsung dengan terorisme dan keamanan nasional, seperti mengapa saya mendukung Anwar," tambah Chairul, yang ditahan selama 23 hari pada tahun 2001.

Chairul mengatakan yang ingin ia tuntut sekarang adalah pengakuan dari pemerintah bahwa mereka melakukan kesalahan karena menerapkan ISA.

"Yang saya tuntut adalah pembetulan sejarah bahwa kerajaan (pemerintah) harus mengakui eksalahan besar, mohon maaf bagi tahanan dan keluarganya dan memastikan kepada rakyat bahwa undang-undang yang zalim ini tidak akan lagi berlaku," katanya.

Ia juga mengatakan mantan tahanan dan keluarganya juga memiliki hak untuk menuntut ganti rugi atas pengalaman pahit yang mereka rasakan saat ditahan.

Sementara itu pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dalam pesan Twitter-nya menyambut pengumuman PM Razak untuk mencabut ISA.

"Saya menyambut dicabutnya ISA yang telah lama diperjuangkan oleh rakyat," kata Anwar.

PM Razak mengatakan dalam pengumuman Kamis (15/09) bahwa pemerintah akan mengganti ISA dengan dua undang-undang baru yang disebutkan untuk menjamin terlaksananya "demokrasi yang modern dan matang."

Tetapi Anwar Ibrahim menyatakan akan menunggu apakah undang-undang baru itu sama saja seperti ISA.

"Namun, kita harus berhati-hati apakah undang-undang baru yang akan dikeluarkan tetap menjamin kebebasan atau hanya mengganti undang-undang yang ada sekarang," kata Anwar.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.