Amnesti tuding pemberontak Thailand

Terbaru  27 September 2011 - 17:05 WIB
Ledakan di Thailand selatan

Sekitar 4.500 orang tewas sejak berkobar lagi perang melawan pemerintah

Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menuduh pemberontak Muslim di Thailand selatan sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran.

Amnesti mengatakan para pejuang yang umumnya dari etnis Melayu di empat provinsi selatan semakin sering mencari sasaran empuk. Sasaran itu, lanjut Amnesti, adalah guru, pegawai negeri dan petani.

"Kualitas serangan telah meningkat, demikian juga dengan tingkat kebrutalannya, sasaran serangan dan ukuran bom, dan juga jumlah korban," kata Benjamin Zawacki, peneliti Amnesty di Thailand dalam jumpa pers di Bangkok, Selasa (27/9).

Kesimpulan ini disusun berdasarkan penelitian selama sembilan bulan. Amnesti melakukan wawancara dengan para saksi mata, korban selamat, dan juga anggota angkaran bersenjata Thailand.

Tidak diselidiki

Namun Benjamin Zawacki menegaskan jumlah serangan belakangan ini berkurang. Amnesti menyerukan kepada kelompok militan untuk secara terbuka menghentikan hal yang dikatakan pembunuhan yang tidak dibenarkan secara hukum.

Amnesti juga mengecam pasukan keamanan Thailand melakukan pelanggaran serius antara lain melakukan penyiksaan.

"Dugaan pelanggaran seperti itu belum pernah diselidiki sebagaimana mestinya, yang memperkuat anggapan ketidakadilan dan menambah dorongan ke arah konflik bersenjata," lapor wartawan BBC di Bangkok, Rachel Harvey.

Sekitar 4.500 orang tercatat tewas sejak kelompok pemberontak kembali mengobarkan perang melawan pemerintah Thailand pada 2004. Mayoritas penduduk Thailand selatan beragama Islam.

Sebelumnya kawasan itu masuk wilayah kesultanan Malaysia sebelum menjadi bagian wilayah Thailand sekitar satu abad lalu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.