Prancis dan Inggris ingatkan warganya di Kenya

Manda Bay Hak atas foto AP
Image caption Penculikan terjadi di resort wisata , Pulau Manda, Kenya yang dekat dengan perbatasan Somalia.

Inggris dan Prancis memperpanjang peringatan perjalanan kepada warganya yang akan menuju kawasan pantai utara Kenya.

Peringatan ini diberikan menyusul peristiwa penculikan terhadap seorang perempuan cacat asal Prancis di wilayah tersebut pada hari Sabtu (30/9).

"Ini merupakan saran untuk tidak menetap di Kepulauan Lamu dan wilayah lain yang berdekatan dengan perbatasan Somalia," kata Kementerian Luar Negeri Prancis dalam situs resminya.

Perempuan tersebut diculik di kediamannya yang terletak di Pulau Manda dan belakangan diketahui para penculik membawanya ke wilayah Somalia.

Pulau Manda merupakan salah satu kawasan yang kerap dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata Kenya.

Serangan kepada warga asing ini merupakan yang kedua dalam tiga minggu terakhir di kawasan tersebut.

Dalam aksi serangan sebelumnya kelompok bersenjata Somalia telah membunuh seorang pria asal Inggris dan menculik istrinya.

Bantuan internasional

Pemerintah Kenya mengatakan para penculik dan pelaku serangan itu diduga merupakan bagian dari kelompok militan al-Shabab.

"Perempuan tua asal Prancis yang mengalami cacat ini tinggal di rumahnya di Pulau Manda saat 10 penculik bersenjata berat asal Somalia dan dicurigai adalah anggota al Shabab ini menculiknya. Para penculik berasal dari wilayah Ras Chiamboni di Somalia yang berbatasan dengan Kenya," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kenya.

Menteri Pariwisata Kenya, Najib Balala kepada Reporter BBC mengatakan pemerintah telah menguasai keadaan dan terus mengawasi kawasan perbatasan dengan Somalia.

Balala juga menyerukan bantuan dunia internasional untuk membantu mengawasi kawasan perbatasan mereka dengan Somalia.

"Apapun yang kami lakukan, jika kami tidak mendapat dukungan dari masyarakat internasional untuk mengatasi kawasan perbatasan dengan Somalia maka akan menjadi sesuatu yang sulit bagi kami untuk menangani mereka yang berada di wilayah itu," kata Najib Balala.

Wartawan BBC di Nairobi, Will Ross mengatakan serangkaian serangkaian di kawasan itu telah berpotensi untuk merusak industri pariwisata di Kenya.

Berita terkait