Sarkozy ingatkan Rusia untuk hormati Georgia

Terbaru  8 Oktober 2011 - 12:42 WIB
sarkozy

Sarkozy mengingatkan Rusia untuk menghormati perjanjian damai dengan Georgia.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy memperingatkan Rusia untuk menghentikan ancaman terhadap Georgia.

Pernyataan Sarkozy ini disampaikan saat berpidato di depan ribuan warga Georgia di ibukota, Tbilisi.

Sarkozy mengatakan Rusia merupakan seorang teman, tetapi upaya untuk mengintimidasi Georgia dianggap sebagai ''tidak bisa diterima''.

Dia menambahkan bahwa Rusia harus mematuhi persyaratan yang diatur dalam kesepakatan gencatan senjata tahun 2008, yang diprakarsasi oleh Prancis.

Ini merupakan kunjungan pertama Sarkozy ke Gerogia sejak perjanjian gencatan senjata disepakati.

Intimidasi

Dalam pidatonya di Lapangan Kemerdekaan di Tbilisi, Sarkozy mengatakan Prancis berkomitmen untuk mendukung ''kedaulatan, kemerdekaan dan keutuhan,'' Georgia.

"Prancis memandng Rusia sebagai teman, sebagai rekan strategis. Tetapi mengembalikan ancaman, intimidasi dan upaya untuk membuat situasi tidak stabil sangat tidak bisa diterima,'' kata Sarkozy.

Dia mengatakan Georgia harus bisa menunjukan aspirasinya untuk bergabung dalam Uni Eropa dan Nato meski mendapat tentangan dari Rusia.

"Prancis memandng Rusia sebagai teman, sebagai rekan strategis. Tetapi mengembalikan ancaman, intimidasi dan upaya untuk membuat situasi tidak stabil sangat tidak bisa diterima"

Sarkozy

Pernyataan Sarkozy yang mengecam Rusia ini muncul setelah Georgia menuduh Rusia melanggar perjanjian damai 2008.

Menurut Georgia Rusia belum menarik pasukannya kembali ke posisi sebelum perang dan ''menjajah'' provinsi yang memisahkan diri yaitu Abkhazia and Ossetia Selatan.

Kehadiran pasukan Rusia ini dianggap sebagai bentuk intimidasi dan ancaman.

Russia sebelumnya telah mengakui kemerdekaan Abkhazia dan Ossetia Selatan di tahun 2008.

Di kawasan itu sendiri sudah terdapat pasukan penjaga perdamaian yang dikerahkan sejak tahun 1990-an.

Dalam kunjungannya ke Tbilisi, Sarkozy juga menggelar pertemuan dengan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.