Indonesia sambut amnesti tahanan Burma

Marty Natalegawa Hak atas foto 1
Image caption Marty mengatakan perkembangan satu tahun terakhir di Burma merupakan kemajuan

Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa mengatakan pengumuman Burma untuk membebaskan lebih dari 6.200 tahanan merupakan langkah penting dalam perkembangan ke arah demokrasi negara itu.

"Ini perkembangan yang penting dan selaras dengan gejala yang kita lihat akhir-akhir ini ke arah semakin terbukanya dan semakin bergulirnya proses demokratisasi di Myanmar," kata Marty kepada BBC Indonesia.

Pemerintah militer Burma mengumumkan akan memberikan amnesti kepada ribuan tahanan setelah panel hak asasi manusia yang dibentuk pemerintah mendesak agar pihak berkuasa membebaskan para tahanan.

Tidak jelas berapa tahanan politik dari lebih 6.200 tahanan yang akan diberi amnesti itu.

"Kita tidak bisa menganggap remeh makna perkembangan ini, kita akan melihat rinciannya nanti. Kalau berita yang kita terima terkonfirmasi, ini merupakan langkah yang penting," tambah Marty.

Kunjungan ke Burma

Para diplomat memperkirakan pembebasan tahanan politik ini akan dilakukan hari Rabu (12/10).

Burma diperkirakan menahan lebih dari 2.000 tahanan politik.

Marty juga mengatakan dalam satu tahun terakhir perkembangan di Burma dapat dikatakan sebagai kemajuan.

"Selama kurang lebih satu tahun terakhir, dengan pembebasan Aung San Suu Kyi dan penyelenggaran pemilu serta terbentuknya pemerintahan sipil paskapemilu...dan kemudian komunikasi Suu Kyi dengan presiden Myanmar, ini bukan hanya suatu perkembangan namun juga suatu kemajuan," kata Marty.

"Kita ingin langkah-langkah ini dipelihara agar momentum semakin kokohnya demokrasi dan keterbukaan di Myanmar betul-betul terwujud," tambahnya.

Marty mengatakan dalam rencana kunjungannya ke Burma akhir bulan ini, ia akan dapat "secara langsung melihat dan mengamati perubahan-perumbahan" di Birma.

"Kita di ASEAN, Indonesia secara khusus ingin melihat kondisi yang kondusif dalam proses demokratisasi di Myanmar dan mendorong agar hal ini akan tercapai," kata Marty.

Berita terkait