Parlemen Yunani dukung kebijakan penghematan

Terbaru  20 Oktober 2011 - 11:21 WIB

Keputusan Parlemen Yunani mendukung program penghematan, diwarnai unjuk rasa yang berakhir rusuh.

Parlemen Yunani memberikan persetujuan awal untuk program rencana penghematan baru yang dirancang untuk mengatasi krisis utang negara itu.

Pemungutan suara di Parlemen Yunani tentang program penghematan itu - yang akan memotong pengeluaran dan meningkatkan pajak - digelar usai bentrok antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa di luar gedung parlemen yang menolak kebijakan tersebut.

Mayoritas anggota parlemen menyetujui kebijakan itu, dengan perbandingan suara 154-141.

Langkah penghematan itu antara lain ditandai kenaikan pajak baru, pemotongan gaji, serta pemberhentian pegawai layanan umum serta pemotongan gaji.

Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional, IMF, menuntut agar langkah pengetatan ekonomi ditempuh sebagai syarat untuk mendapat dua paket bantuan darurat.

Muncul juga kekhawatiran di kalangan Uni Eropa, jika krisis Yunani tidak bisa ditangani dengan baik maka akan menyebar ke negara-negara anggota lainnya.

Kebijakan ini sejak awal ditolak sebagian warga negara itu, dengan menggelar aksi mogok nasional selama 48 jam.

Aksi mogok 48 jam

Aksi sempat melumpuhkan ibukota dan beberapa kota lainnya.

Aksi mogok 48 jam ini diserukan oleh dua serikat buruh utama di sektor layanan umum dan perusahaan swasta.

Aksi unjuk rasa menolak kebijakan penghematan, antara lain dengan mengepung gedung Parlemen Yunani.

Kantor-kantor pemerintah, swasta, maupun pertokoan tutup sementara pengusaha kecil dan penjaga toko ikut ambil bagian dalam aksi mogok ini.

Petugas menara penerbangan ikut melakukan aksi mogok selama 12 jam dan hari Rabu sekitar 150 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan.

Layanan kereta, bus, dan taksi terhenti di Athena.

Dalam beberapa pekan belakangan, unjuk rasa di seluruh Yunani meningkat dan serikat-serikat buruh mengatakan unjuk rasa kali ini merupakan yang terbesar sepanjang 2011.

Hari Rabu kemarin, unuuk rasa itu akhirnya berakhir dengan bentrokan dengan aparat keamanan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.