Mantan pemimpin Libia Gaddafi tewas

Terbaru  20 Oktober 2011 - 19:06 WIB
Pasukan NTC merayakan 'penangkapan' Gaddafi

Pasukan NTC merayakan 'penangkapan' Kolonel Gaddafi

Mantan pemimpin Libia Muammar Gaddafi tewas setelah penyerangan di Sirte, menurut para pejabat pemerintahan transisi.

Menteri Penerangan Mahmoud Shammam mengatakan para pejuang memberi tahu bahwa mereka telah melihat jenazah Gaddafi, dan para pejabat lain juga mengatakan ia telah meninggal.

Pernyataan itu belum dapat dipastikan secara independen. Laporan lain menyebutkan ia ditangkap hidup-hidup.

Sebelumnya komandan pasukan transisi Libia mengatakan mereka telah menangkap Gaddafi.

Laporan itu muncul setelah pasukan transisi mengklaim mereka menguasai Sirte, tempat kelahiran Gaddafi, setelah pertempuran berminggu-minggu.

Sejumlah laporan yang belum dapat dipastikan menyebutkan sebelumnya Kolonel Gaddafi terluka dalam penyerangan itu.

Gaddafi digulingkan bulan Agustus lalu setelah 42 tahun berkuasa.

Mahkamah Kejahatan Internasional mengupayakan penahanannya.

"Ia ditangkap. Ia terluka di kedua kakinya," kata pejabat Dewan Transisi Nasional (NTC) Abdel Majid kepada kantor berita Reuters.

"Ia telah diangkut dengan ambulans," kata Majid.

Perayaan 'penangkapan'

Kantor berita AFP mengutip pejabat NTC lain, Mohamed Leith yang mengatakan Kolonel Gaddafi ditangkap di Sirte dan "luka parah" namun masih bernafas.

Seorang tentara yang mengatakan sebagai penangkap Gaddafi menceritakan bahwa mantan pemimpin ini berteriak, "Jangan tembak!".

Wartawan BBC Caroline Hawley di Tripoli mengatakan walaupun berita penangkapan itu belum dipastikan, mobil-mobil membunyikan klakson di ibukota dan senjata ditembakkan ke udara sebagai tanda perayaan.

Sebelumnya, para komandan NTC di Sirte yang terletak sekitar 360 kilometer di timur Tripoli, mengatakan kota itu telah mereka kuasai.

"Tidak ada lagi pasukan Gaddafi," kata Kolonel Yunus al-Abdali kepada kantor berita Reuters.

"Kami sekarang mengejar pejuang yang mencoba melarikan diri."

Para pejuang di Sirte merayakan dengan melepaskan tembakan ke udara dan meneriakkan "Allahuakbar" (Allah Maha Besar).

Pasukan pemerintahan sementara menghadapi perlawanan sengit di Sirte dan menggunakan artileri berat dalam pertempuran. Ribuan warga sipil melarikan diri.

Pasukan NTC juga banyak yang jatuh di kota Bani Walid, di tenggara Tripoli dalam beberapa minggu terakhir.

Hari Senin lalu (17/10) NTC mengatakan mereka menguasai 90% kota itu termasuk kawasan pusat kota.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.