AS ingatkan kemungkinan serangan teroris di Kenya

Terbaru  23 Oktober 2011 - 12:15 WIB
Pasukan Kenya

Militer Kenya menyerang basis al Shabaab di Somalia karena dituding menculik warga asing.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Nairobi, Kenya memperingatkan kemungkinan serangan dengan target orang asing setelah pasukan keamanan negara itu menyerang wilayah Somalia untuk memburu kelompok militan Islam, al Shabaab.

Kedutaan besar AS seperti dikutip AFP mengatakan mereka mendapatkan informasi itu dari sumber yang kredibel dan menyebutkan bahwa aksi serangan itu juga mengincar sejumlah fasilitas milik pemerintah Kenya dan tempat-tempat orang asing biasa berkumpul seperti pusat perbelanjaan dan klub malam.

"Keduataan telah melakukan langkah untuk mengupayakan pembatasan bagi pejabat pemerintah AS yang berencana pergi ke Kenya dan warga AS yang berencana untuk melakukan perjalanan ke negara ini juga harus memperhitungkan peringatan ini dan mempertimbangkan untuk menunda perjalanan saat ini," dalam pernyataan kantor Kedubes AS yang disampaikan Departemen Luar Negeri AS di Washington.

Namun pernyataan itu tidak menjelaskan siapa yang akan berencana melakukan serangan tersebut.

Bantah tudingan

AS sebelumnya telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Kenya pada Desember lalu, menyusul meningkatnya ancaman kejahatan dari kelompok teroris.

Sepekan sebelum peringatan dari Kedubes AS ini, Pemerintah Kenya mengirim pasukannya ke perbatasan Somalia untuk mengejar kelompok al Shabaab yang dituduh menculik seorang turis Inggris, dua pekerja sosial Spanyol dan seorang perempuan cacat asal Prancis yang belakangan diketahui telah meninggal dunia.

Sejumlah analis mengatakan Kenya mengirimkan sebanyak 2.000-3.000 tentaranya untuk mengejar kelompok tersebut hingga masuk ke wilayah Somalia.

Al Shabaab telah membantah tudingan pemerintah Kenya yang menyatakan mereka menculik warga asing di negara tersebut. Mereka mengancam akan melakukan serangan berdarah untuk membalas aksi milter Kenya tersebut.

Untuk merespon hal tersebut Pemerintah Kenya telah meningkatkan penjagaan keamanan di kawasan pusat bisnis di Nairobi.

Kenya sendiri pernah menjadi target serangan teroris pada tahun 1998 lalu. Saat itu sebuah truk berisi bom menghancurkan kantor Kedubes AS.

Serangan saat itu juga menyasar Tanzania dan korban akibat serangan tersebut diperkirakan mencapai 224 orang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.