Warga mengungsi menyusul aksi militer Filipina

Tentara yang tewas dalam serangan oleh pemberontak Hak atas foto BBC World Service
Image caption Lebih dari 20 tentara tewas dalam pertempuran selama beberapa hari terakhir

Ribuan warga Filipina selatan dilaporkan melarikan diri dari rumah-rumah mereka menyusul pertempuran kembali antara pasukan keamanan dan pemberontak.

Seorang pejabat Filipina Benito Ramos mengatakan hampir 6.000 warga Al-Barka dan Basilan telah meninggalkan rumah mereka. Di Zamboanga Sibugay, lebih dari 10.000 warga juga melarikan diri dari setidaknya tiga kota termasuk Payao.

Kepala kepolisian Zamboanga Sibugay Ruben Cariaga mengatakan pesawat tempur menggempur Payao Selasa ini (25/10).

Militer Filipina menyatakan telah melancarkan serangan udara selama dua hari berturut-turut terhadap kelompok sempalan Fron Pembebasan Islam Moro, MILF.

Juru bicara MILF mengatakan pihaknya meminta militer menghentikan operasi militer ke Payao dengan alasan pemberontak dari kelompoknya termasuk pihak-pihak yang dikepung pasukan tetapi para penjahat yang dicari pihak berwenang bukan anggota kelompoknya.

Juru bicara itu juga menegaskan orang-orang yang dicari tidak berada di daerah yang sekarang digempur militer.

Rangkaian pembunuhan

Sementara itu seorang juru bicara militer mengatakan pasukan keamanan mendapat perlawanan sengit di darat. Lebih dari 20 tentara tewas dalam pertempuran beberapa belakangan.

Pasukan militer Filipina untuk pertama kalinya melakukan serangan udara dalam tiga tahun perang melawan kelompok perlawanan separatis di wilayah selatan negera itu.

President Benigno Aquino III telah mengatakan pemerintah akan terus melanjutkan perundingan dengan kelompok pemberontak tetapi menegaskan penangkapan para bandit perlu dilakukan termasuk mereka dari kelompok pemberontak.

Dia merujuk pada kelompok di balik rangkaian pembunuhan itu dan memperingatkan kelompok pemberontak lain agar tak ikut terlibat dalam pertempuran.

Aquino menolak seruan agar digelar pertempuran besar-besaran untuk menyapu bersih kekuatan perlawanan.

Kelompok perlawanan dari Fron Pembebasan Islam Moro diketahui bersembunyi di wilayah yang menjadi sasaran serangan militer Filipina namun para pejabat Filipina mengatakan sasaran serangan kali ini adalah faksi kecil yang membelot dari kelompok itu.

Berita terkait