Banjir Thailand, bandar udara domestik ditutup

Terbaru  25 Oktober 2011 - 19:41 WIB
Bandara Don Muang

Bandara Don Muang digunakan untuk melayani penerbangan domestik dan kargo

Seluruh penerbangan di bandar udara terbesar kedua ibukota Thailand, Bangkok dibatalkan setelah tanggul penahan banjir di sekitar Bandara Don Muang jebol (25/10).

Bandara Don Muang terutama digunakan untuk melayani penerbangan dalam negeri dan kargo dan terletak di bagian ibukota yang paling buruk mengalami banjir. Adapun bandar udara internasional masih beroperasi seperti biasa.

Seorang pejabat mengatakan air banjir sampai di seputar bandar udara tetapi tidak sampai menggenangi landasan pacu. Namun landasan pacu tersebut diperkirakan tidak akan dibuka selama satu minggu mendatang.

Menyusul pembatalan penerbangan para penumpang tampak bingung menunggu di ruang tunggu dan sebagian kesulitan mencari angkutan ke luar bandar udara.

Bandara Don Muang sekarang difungsikan sebagai pusat evakuasi dan sebagai markas operasi tanggap darurat pemerintah. Para pejabat mengatakan tidak ada rencana untuk memindahkan pusat operasi ini.

Usaha kecil

Hujan deras telah mengguyur Thailand sejak Juli yang menyebabkan banjir dan sejauh ini menelan lebih dari 360 orang.

Bandara Don Muang

Bandara Don Muang difungsikan sebagai pusat evakuasi dan operasi tanggap darurat

Sebanyak tujuh daerah di wilayah ibukota sekarang dikategorikan terancam banjir termasuk Bang Phlad. Bang Phlad adalah kawasan yang ditempati sejumlah toko besar, universitas dan rumah sakit.

Pihak berwenang berusaha mengalirkan banjir ke arah timur dan barat tetapi mereka terpaksa membuka pintu air ke ibukota karena volume air begitu besar di luar tembok-tembok penahan banjir.

Pemerintah telah menyatakan libur lima hari terhitung Kamis (27/10) bagi sebagian besar kawasan yang dilanda banjir.

Pemerintah juga mengumumkan dana sekitar US$10,5 miliar untuk membiayai pembangunan kembali terutama ditujukan untuk usaha kecil dan menengah.

"Bila mereka bisa berusaha dengan cepat maka akan membantu mendorong ekonomi," kata Menteri Keuangan Thirachai Phuvanatnaranubala seperti dikutip kantor berita Reuters.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.