Banjir, warga Bangkok mengungsi

Warga Bangkok mengungsi Hak atas foto AFP
Image caption Ribuan orang mencari selamat dengan meninggalkan rumah mereka di pinggiran Bangkok.

Libur nasional lima hari dimulai Kamis (27/10) ini, dan warga Bangkok memanfaatkannya untuk mengungsi ke lokasi aman.

Stasiun bus dan kereta api dipadati ribuan calon pengungsi yang mencoba mencari tempat berlindung dari kepungan banjir.

Dari beberapa distrik di wilayah utara Bangkok, sebagian distrik itu kini sudah 90% direndam air, warga telah diberi petunjuk agar mengungsi segera.

Libur nasional akan berakhir Senin depan dan berlaku untuk Bangkok dan 20 provinsi lain yang kena dampak banjir.

Gubernur Bangkok Sukhumbhand Paribatra mengeluarkan perintah evakuasi pada warga di distrik Don Muang, Bang Phlad dan Thawi Wattana di utara ibukota.

"Ini pertama kalinya saya menggunakan kata 'evakuasi', pertama kalinya saya benar-benar minta agar anda mengungsi," kata Gubernur Sukhumbhand.

Segera stasiun bus Mo Chit di Bangkok diserbu calon penumpang, sebagian harus menunggu berjam-jam untuk mendapat kendaraan agar bisa meninggalkan ibukota, kata sejumlah laporan.

Kantor kementerian luar negeri Inggris Rabu kemarin mengeluarkan seruan agar tak melakukan kunjungan ke kota itu kecuali bila penting sekali.

'Jatah makan'

Lebih dari 360 orang sudah tewas akibat bencana banjir terburuk dalam beberapa dekade di Thailand ini.

Ini merupakan krisis pertama yang harus dilewati Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, sejak memerintah bulan Agustus lalu dan sebelumnya dikritik karena dianggap menyepelekan ancaman banjir sejak awal.

Namun kini sikap meremehkan bencana sudah tidak nampak lagi, lapor wartawan BBC Rachel Harvey di Bangkok.

Awal pekan ini PM Yingluck mengatakan bantaran kali dan tanggul di utara ibukota sekitar sungai Chao Phraya, yang mengelilingi ibukota, akan sangat rentan dihantam air.

Hak atas foto Reuters
Image caption Bencana ini adalah banjir terburuk dalam puluhan tahun sejarah Thailand.

PM memperingatkan bisa terjadi musibah besar sebagai gabungan antara mengumpulnya air bah yang bergerak menuju laut dari arah utara, sementara pada saat yang sama terjadi arus pasang yang diperkirakan jatuh pada Jumat dan Sabtu yang bisa memporakporandakan lapisan penahan banjir yang sudah dibangun.

Banjir diperkirakan akan merendam Bangkok dalam waktu antara dua sampai empat minggu, tambah PM Yingluck, namun menurutnya dampaknya tak akan separah wilayah korban banjir di beberapa provinsi yang sudah digenangi air setinggi 2-3 meter selama tiga bulanan.

Di kota berpenduduk sembilan juta orang ini, muncul laporan sejumlah toko bahan pangan menjatah pasokan dagangan mereka untuk pembeli. Bahan makanan seperti beras dan telur dijatah karena khawatir dibeli untuk ditimbun oleh warga yang takut jadi korban banjir.

Pasokan air mineral juga makin tipis di beberapa tempat.

Warga melindungi rumah dan usaha mereka dengan kantong pasir, ada juga mendirikan bantaran semen di depan toko tulis kantor berita Associated Press.

Berita terkait