Pertumbuhan ekonomi Korsel melambat

Terbaru  27 Oktober 2011 - 14:00 WIB

belanja korea

Sektor ekonomi rumah tangga Korsel tidak bergairah akibat terbelit utang yang tinggi.

Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan mengalami penurunan dan terjadi dalam dua kuartal berturut-turut seiring dengan berkurangnya investasi di negara itu.

Pertumbuhan PDB Korsel pada periode Juli hingga September berada di kisaran 0,7% dan ini berarti lebih rendah dari periode April-Juni yang mencapai 0,9%.

Investasi modal mulai melambat karena kekhawatiran sejumlah perusahaan terhadap pertumbuhan yang bisa terjadi ditengah kondisi ekonomi global yang melambat.

Sejumlah analis mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi kemungkinan bisa berjalan lebih lambat.

"Angka GDP kemungkinan akan tetap buruk pada kuartal empat," kata Jun Min-kyoo ekonom dari Korea Investment Securities.

"Untuk sekarang, krisis Eropa memang belum berpengaruh terlalu buruk pada eskpor namun angka pertumbuhan masih dapat terus jatuh hingga kuartal pertama di tahun 2012."

Penuh ketidakpastian

Kemunculan data penurunan ini terjadi ditengah melambatnya ekonomi Eropa dan AS yang bisa berpotensi terhadap permintaan dari pasar di wilayah tersebut.

Untuk kasus Korea Selatan, kekhawatiran terjadi karena dampak ekonomi di Eropa dan As akan berdampak signifikan terhadap negara itu.

"Tidak akan ada pemulihan yang akan berlangsung cepat, karena masih ada banyak ketidakpastian terhadap pertumbuhan ekonomi globa"

Ma Ying Tien

Hal ini cukup berasalan mengingat ekspor barang memberikan kontribusi setengah dari PDB negara itu.

Kondisi diperburuk dengan melambatnya pasar domestik di Korea Selatan karena sebagian ekonomi sektor rumah tanga di masih terbelit utang yang cukup tinggi.

Faktor-faktor inilah yang menurut analis ekonomi menjadi penghambat investasi dan merusak pertumbuhan.

"Tidak akan ada pemulihan yang akan berlangsung cepat, karena masih ada banyak ketidakpastian terhadap pertumbuhan ekonomi global," kata Ma Ying Tien dari Bank DBS.

"Saat ini banyak yang lebih memilih bersikap hati-hati."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.