Umat Kristen Nepal tuntut pemakaman

Pemakaman Hak atas foto BBC World Service
Image caption Pemakaman untuk umat Kristen seperti ini tak tersedia di Nepal yang mayoritas warganya memeluk Hindu.

Warga minoritas Kristen di Nepal mengancam akan melakukan aksi mogok makan nasional jika pemerintah negeri itu tak memenuhi tuntutan mereka.

Sejak Februari lalu warga Kristen menuntut agar pemerintah menyediakan lahan pemakaman bagi warga yang meninggal dunia.

Sejauh ini, warga Kristen kerap dipaksa membongkar kembali makam kerabat mereka yang meninggal dunia dan mencari tempat baru untuk pemakaman.

Tak jarang, jenazah warga Kristen dilempar begitu saja ke sungai karena keluarganya sudah tak tahu lagi apa yang harus dilakukan.

Bahkan, mereka mengklaim, tak jarang jenazah yang sudah dimakamkan secara diam-diam dibongkar dan dipindahkan.

Meski perwakilan umat Kristen sudah beberapa kali bertemu dengan pemerintah namun sejauh ini solusi yang diharapkan tak kunjung muncul.

Semakin populer

Jumlah umat Kristen Nepal diperkirakan hanya sekitar 5% dari 26,5 juta penduduk negeri itu yang mayoritas beragama Hindu.

Namun, wartawan BBC Joanna Jolly melaporkan belakangan agama Kristen semakin populer di negeri yang terletak di pegunungan Himalaya itu.

Di kalangan warga miskin memeluk agama Kristen dianggap sebagai solusi untuk lepas dari sistem kasta yang masih dijalankan dengan ketat di Nepal.

Pada Maret lalu, ratusan umat Kristen menggelar unjuk rasa di ibukota, Kathmandu menuntut disediakannya lahan pemakaman bagi mereka.

Sebelumnya pada Februari, umat Kristen dilarang memakamkan kerabatnya yang meninggal di tanah milik kuil Hindu Pasupatinath.

Pengurus kuil beralasan tanah di sekitar kuil itu sudah penuh sehingga tak bisa lagi digunakan sebagai pemakaman.

Padahal sudah berpuluh-puluh tahun mereka menggunakan tanah itu sebagai lahan pemakaman.

Berita terkait