Yunani bersikukuh gelar referendum

George Papandreou Hak atas foto Reuters
Image caption PM Yunani George Papandreou bersikukuh referendum harus digelar.

Perdana Menteri Yunani, George Papandreou bersikukuh referendum atas bantuan dana talangan Uni Eropa tetap dijalankan meski mengakibatkan anjloknya pasar bursa global dan ditentang negara-negara pengguna mata uang euro atau eurozone.

Dalam rapat kabinet, Papandreou mengatakan referendum akan menawarkan kepada masyarakat terkait apakah Yunani harus tetap menjadi bagian eurozone.

"Referendum akan menjadi sebuah mandat dan memberi pesan jelas di dalam dan di luar Yunani atas posisi kami dalam eurozone," kata Papandreou seperti dikutip Reuters.

Keputusan untuk menggelar referendum ini sebenarnya mendapat tentangan dari dalam negeri. Bahkan seorang anggota parlemen dari Partai Pasok yang berkuasa mundur karena tak sejalan dengan pemikiran pemerintah.

Selain itu, enam orang anggota partai lainnya menyerukan agar Papandreou mundur dari jabatannya.

Menghadapi banyak tentangan ini, Papandreou hanya berujar bahwa rekan-rekan Yunani seharusnya mendukung kebijakannya itu.

Sementara itu dikabarkan, Papandreou akan melakukan pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, para pemimpin Uni Eropa lainnya dan Dana Moneter Internasional (IMF) di KTT G20 di Cannes, Prancis.

Pasar global anjlok

Pasar saham dunia turun sehari setelah Yunani mengumumkan akan menggelar referendum bantuan keuangan guna mengatasi krisis keuangan negara itu.

Indeks FTSE di bursa London diperdagangkan dengan penurunan nilai mencapai 2,5%, sementara di Frankfurt indeks Dax turun 3,8% dan Cac-40 di Paris mengalami penurunan 3,3%.

Sebelumnya di pasar Asia, dua indeks utama juga turun, Nikkei di Tokyo sebesar 1,7% dan Hang Seng tururn sampai 2,5%.

Jajak pendapat di Yunani memperkirakan sebagian besar warga Yunani tidak mendukung paket penghematan yang menjadi syarat bagi bantuan tersebut.

Perdana Menteri Yunani George Papandreou hari Senin (31/10), sudah menegaskan kepara parlemen bahwa rakyat Yunani yang akan memutuskan tentang bantuan tersebut.

"Kita memiliki tugas untuk memberi prioritas dan menggarisbawahi peran serta tanggung jawab rakyat dengan memperlihatkan secara praktis tidak hanya rasa hormat kita tapi juga pemikiran mendasar bahwa rakyat adalah sumber dari kekuatan dan keberadaan kita," kata Papandreou di depan para anggota parlemen.

"Hal itu, rekan-sekan sekalian, adalah referendum," tutur Papandreou di depan parlemen.

Diperkirakan referendum baru bisa digelar pada Januari tahun depan yang akan menciptakan ketidakpastian di pasar selama beberapa bulan mendatang.

Berita terkait