Filipina larang warga bekerja di 41 negara

Terbaru  2 November 2011 - 21:08 WIB
pekerja filipina

Jumlah pekerja Filipina yang bekerja di luar negeri tak kurang dari sembilan juta

Pemerintah Filipina melarang warga mereka bekerja di 41 negara karena dianggap tidak memberikan perlindungan yang memadai.

Negara-negara yang terkena larangan antara lain India, Pakistan, Afghanistan, Irak, Libia, Serbia, Sudan, dan Zimbabwe.

Menteri Tenaga Kerja Filipina Rosalinda Baldoz mengatakan pengiriman pekerja ke 125 negara lain akan diteruskan karena kedutaan Filipina telah melakukan verifikasi bahwa ada perlindungan hukum kepada pekerja asing.

Pejabat di badan penempatan tenaga kerja di luar negeri Carlos Cao Junior kepada kantor berita Associated Press mengatakan larangan ini berlaku 15 hari setelah diumumkan melalui koran-koran besar.

Tentang nasib pekerja yang terlanjur berada di negara-negara yang dilarang, Cao mengatakan mereka diizinkan untuk terus bekerja hingga kontrak berakhir.

Baldoz menegaskan bahwa larangan ini tidak berlaku selamanya.

Bila negara-negara yang masuk daftar menyediakan berbagai sarana perlindungan, maka negara tersebut akan dikeluarkan dari daftar hitam.

Perjanjian bilateral

Menurut undang-undang yang ditetapkan pada 2009, para pekerja Filipina hanya bisa dikirim ke negara-negara yang memberi perlindungan dan kepastian hukum yang cukup atau yang telah menandatangani perjanjian bilateral.

Perjanjian ini pada intinya mencegah terjadinya kasus-kasus perlakukan buruk terhadap para pekerja Filipina.

Sejumlah negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara, yang dikenal sebagai tujuan utama pekerja Filipina, tidak termasuk dalam daftar hitam pemerintah Filipina.

Di negara-negara ini juga muncul kasus perlakukan buruk terhadap pekerja-pekerja asal Filipina.

Perusahaan multinasional yang mempekerjakan tenaga terampil di negara-negara yang dilarang akan mendapatkan pengecualian.

Filipina adalah salah satu pengirim tenaga kerja terbanyak ke negara-negara lain dan uang yang dikirim kembali oleh para pekerja ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian negara tersebut.

Jumlah warga yang bekerja di luar negeri mencapai hampir 10% dari total 90 juta penduduk, sebagian besar bekerja di Timur Tengah.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.