PM Yunani memenangkan suara kepercayaan

Terbaru  5 November 2011 - 10:40 WIB
papandreou

PM Papandreou menjanjikan pembentukan koalisi baru.

PM Yunani George Papandreou memenangkan pemungutan suara penting di parlemen setelah menjanjikan pembicaraan berbagi kekuasaan.

Saat berpidato di parlemen sebelum pemungutan suara dia menolak pemilu sela dengan mengatakan akan menjadi sebuah ''bencana''.

Dia mengatakan tidak peduli atas posisinya dan kepemimpinan setiap pemerintahan dari kesatuan bangsa bisa dinegosiasikan.

Papandreou sebelumnya mengejutkan zona Eropa dan menyebabkan pasar dalam guncangan setelah meminta adanya referendum atas kesepakatan dana bantuan Uni Eropa bagi Yunani yang terbelit hutang.

Papandreou mengatakan saat ini kesepakatan dana bantuan yang ditawarkan Uni Eropa harus diterima, dan akan menjadi tindakan''yang tidak bertanggung jawab'' jika menolaknya.

Dia mengatakan pemilihan segera akan menjadi ''bencana'' bagi kesepakatan, sehingga dia mengajukan sebuah usulan koalisi baru untuk mengambil alih sampai ada persetujuan.

"Saya telah menghubungi Presiden dan saya akan mengunjunginya Sabtu ini untuk menginformasikan niat saya dan saya bergerak maju dengan semua partai untuk sebuah koalisi pemerintahan yang lebih luas, dan untuk menyetujui tujuan bersama, kerangka waktu dan rakyat, untuk menyetujui komposisi koalisi dan bahkan siapa yang memimpin koalisi ini,'' katanya.

"Papandreou menolak usulan kami. Satu-satunya solusi adalah pemilu"

Samaras

"Oleh karena itu saya meminta sebuah suara kepercayaan untuk menjamin keamanan negara ini.''

Pemungutan suara berlangsung setelah beberapa jam perdebatan pasca pidato Papandreou yang berlangsung selama setengah jam.

Dukungan di Parlemen Yunani sendiri mengungkapkan kerentanan Papandreou. Partai Sosialis, Pasok, pimpinanya hanya memegang mayoritas kecil - 152 dari 300 kursi. Tetapi akhirnya dia mendapat dukungan 153 suara mendukung pemerintahan.

Politik tak menentu

athens

Aksi massa membuat situasi politik di Yunani semakin tidak pasti.

Sementara ribuan pendemo berkumpul di Lapangan Syntagma Athena. Pasukan keamanan juga memperketat bangunan parlemen.

Meski Papandreou memenangkan suara kepercayaan, tetapi situasi politik di Yunani masih jauh dari kepastian.

Pemimpin oposisi utama Partai Demokrasi Baru, Antonis Samaras menolak usulan pemerintahan koalisi dan mengulang permintaannya untuk segera menggelar pemilu.

"Papandreou menolak usulan kami. Satu-satunya solusi adalah pemilu,'' kata juru bicara partai mengutip pernyataan Samaras.

Kamis lalu, Samara memimpin para anggota parlemen dari partainya untuk melakukan aksi keluar dari parlemen.

Sementara usulan referendum sendiri menyebabkan perpecahan serius di Pasok, dengan Menteri Keuangan Evangelos Venizelos bersikeras bahwa referendum tidak harus digelar.

Pemimpin zona Eropa mengkhawatirkan kegagalan Yunani mengatasi krisis hutang akan menyebar ke negara rentan lainnya, terutama Italia.

Tanpa dana bantuan, Yunani mungkin akan bangkrut sebelum akhir tahun.

Dana bantuan ini telah disetujui akhir bulan lalu, yang semestinya memberi bantuan bagi pemerintah Yunani sebesar 130 miliar euros atau sekitar US$178 miliar.

Meski mayoritas warga Yunani menolak adanya kebijakan pengetatan anggaran, tetapi jajak pendapat terbaru di koran menunjukan 70% menginginkan tetap di Uni Eropa.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.