Perayaan agama di India menyebabkan 16 orang tewas

Korban saling injak di Haridwar, India. Hak atas foto AFP
Image caption Jumlah korban jiwa akibat saling injak di Haridwar diperkirakan masih akan bertambah.

Sedikitnya 16 orang tewas karena terinjak-injak di Haridwar, negara bagian Uttarakand di India utara, sementara 50 lainnya menderita cedera.

Wanita dan anak-anak disebutkan termasuk di antara korban yang meninggal.

Insiden itu terjadi pada saat para jamaah memadati perayaan 100 tahun kelahiran Sri Ram Sharma, yang mendirikan sekte agama Hindu, Gayatri Parivar.

Kepolisian negara bagian Uttarakand memperkirakan sekitar 50.000 orang meramaikan peringatan terebut.

Laporan-laporan dari tempat kejadian memperkirakan jumlah korban jiwa masih bisa bertambah sementara siaran TV menayangkan korban yang luka-luka dibawa ke rumah sakit.

"Jumlah jamaah yang datang melebihi kapasitas tempat acara, sehingga terjadi saling injak," kata seorang pejabat setempat, D Santhel Pandiyan seperti dikutip kantor berita AFP.

Sering terjadi

Sejumlah jamaah jatuh saat saling dorong mendorong, sementara kelompok jamaah yang berada di bagian belakang terus melangkah maju.

"Ketika berlangsung ritual besar, terlalu banyak orang yang mendesak maju ke depan untuk menyampaikan permintaan kepada api suci dan massa menjadi tidak terkendali," kata Hermant Sahu, yang ikut mengatur perayaan.

Haridwar, yang terletak sekitar 170 km dari ibukota Delhi, merupakan salah satu kota di India yang banyak kuil sucinya.

Ratusan ribu umat Hindu berkunjung ke Haridwar setiap tahun untuk mandi di Sungai Gangga yang ke luar dari Pegunungan Himalaya yang terletak di kota ini karena dianggap bisa membersihkan diri dari dosa.

Pelaksanaan ritual agama di India sering sekali menarik perhatian besar dan tidak jarang menimbulkan korban jiwa.

Bulan Januari 2011, lebih dari 100 orang tewas karena terinjak-injak dalam perayaan agama di Kerala, India selatan.

Sementara Maret tahun lalu di Uttar Pradesh, kerumunan dan saling dorong di sebuah kuil Hindu menyebabkan sedikitnya 63 orang tewas.

Berita terkait