Ahmadinejad mengatakan Iran tidak perlu bom atom

Terbaru  8 November 2011 - 20:31 WIB
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad.

Mahmoud Ahmadinejad juga mengecam Kepala IAEA, Yukiya Amano.

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengatakan negaranya tidak membutuhkan bom atom dan memperingatkan Amerika Serikat, negara itu akan menyesalkan konfrontasi dengan Iran.

"Jika Amerika ingin melakukan konfrontasi dengan bangsa Iran, mereka jelas akan menyesalkan tanggapan bangsa Iran," tuturnya seperti dikutip stasiun penyiaran resmi Iran, IRIB.

Pernyataan ini muncul menjelang laporan Badan Tenaga Atom PBB (IAEA) -tentang program nuklir Iran- yang akan rencananya diumumkan pekan ini.

Ahmadinejad juga menegaskan kembali bahwa tekanan terhadap Iran tidak akan membuahkan hasil.

"Jika Anda kira dengan menekan bangsa Iran maka Anda bisa mengubah situasi di dunia, maka Anda jelas salah," tambahnya.

"Mereka mengatakan Iran sedang mengupayakan bom atom. Namun mereka sebaiknya tahu...kami tidak ingin bom. Lebih banyak kami bertindak dengan hati-hati dan masuk akal."

Mengecam Ketua IAEA

Pemerintah Teheran sudah berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk kepentingan damai.

Bagaimanapun sejumlah diplomat memperkirakan IAEA kemungkinan akan menyatakan bahwa Iran secara rahasia mengembangkan kemampuan senjata nuklirnya.

"Jika Anda kira dengan menekan bangsa Iran maka Anda bisa mengubah situasi di dunia, maka Anda jelas salah."

Mahmoud Ahmadinejad

Dan bukti-bukti yang diajukan oleh IAEA tampaknya akan membuat Iran sulit membantah.

Dalam pernyataannya yang dikutip IRIB, Ahmadinejad juga menuduh Kepala IAEA, Yukiya Amano, merupakan boneka Amerika Serikat.

"Orang itu tidak menerbitkan laporan tentang senjata nuklir Amerika dan sekutu-sekutunya."

Ahmadinejad menuduh Amano sebenarnya hanya menyampaikan dokumen yang diberikan para pejabat Amerika Serikatnya kepadanya.

Membuka semua pilihan

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ehud Barak hari ini (Selasa 08/11) mengecilkan spekulasi tentang rencana Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.

"Perang itu bukan piknik. Kami ingin piknik. Kami tidak ingin perang," tuturnya dalam wawancara dengan radio Israel.

Bagaimanapun Ehud Barak menyatakan tetap membuka semua kemungkinan.

"Sepanjang tidak ada sanksi yang diterapkan dan terbukti efektif, kami akan terus merekomendasikan kepada kawan-kawan kami di dunia dan juga kepada kami, untuk tidak mengambil setiap pilihan dari meja."

Hari Minggu (06/11), Presiden Israel, Shimon Peres, mengatakan kemungkinan serangan atas Iran menjadi lebih besar.

Sehari kemudian, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov memperingatkan aksi militer terhadap Iran akan menjadi kesalahan yang sama serius dengan konsekuensi yang tidak bisa diperkirakan.

Ia menegaskan kembali bahwa diplomasi merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.