AS kesampingkan serangan militer ke Iran

Leon Panetta Hak atas foto AFP
Image caption Menhan AS Leon Panetta lebih memilih sanksi ekonomi ketimbang serangan militer ke Iran.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta mengatakan serangan militer ke Iran sangat mungkin menghasilkan konsekuensi yang tidak diharapkan.

Panetta mengatakan hasil terbaik serangan militer hanya akan menghentikan program nuklir Iran untuk sementara maksimal selama tiga tahun.

"Dan yang lebih penting, serangan militer bisa memberikan dampak serius untuk kawasan dan kekuatan Amerika Serikat di Timur Tengah," kata Panetta kepada wartawan.

Panetta menambahkan serangan militer tetap dipikirkan sebagai opsi terakhir. Amerika Serikat, kata dia, lebih memilih pemberian sanksi yang lebih berat untuk Iran.

"Sangat penting bagi AS untuk memastikan pemberian sanksi ekonomi dan tekanan diplomatik yang lebih kuat terhadap Iran agar negara itu mengubah sikap," kata Panetta.

"Kami tengah mendiskusikan dengan para sekutu tentang sanksi tambahan bagi Iran," sambung Panetta.

Uni Eropa kemungkinan akan menyetujui sanksi terbaru untuk Iran dalam beberapa pekan ke depan setelah tim pencari fakta PBB menyatakan Teheran memang tengah mempersiapkan senjata nuklir.

Berseberangan

Sementara wartawan BBC di Washington Zoe Conway mengatakan pernyataan Panetta itu bertentangan dengan sejumlah politisi AS yang menyetujui opsi serangan militer terhadap Iran.

Spekulasi terus soal kemungkinan Amerika Serikat atau Israel melakukan serangan militer ke Iran terus merebak di media massa kedua negara.

Sedangkan Iran terus membantah bahwa negeri itu tengah mengembangkan persenjataan nuklir. Iran menegaskan nuklir dikembangkan untuk keperluan damai.

Dalam laporan terakhirnya, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengatakan telah mendapat informasi bahwa Iran telah melakukan tes yang diperkirakan untuk mengembangkan persenjataan nuklir.

IAEA mengatakan penelitian itu termasuk model komputer yang hanya digunakan untuk mengembangkan pemicu peledak nuklir.

Teheran menolak hasil laporan itu dan menuding hasil temuan IAEA sarat muatan politik.

Berita terkait