Taliban rajam dua perempuan sampai tewas

Terbaru  11 November 2011 - 14:50 WIB
Militan Taliban

Taliban mempraktekkan hukum rajam, melempar dengan batu, tanpa pengadilan.

Sekelompok laki-laki bersenjata melempari seorang perempuan dan anak perempuannya dengan batu hingga tewas di provinsi Ghazni, Afghanistan kata pejabat keamanan setempat kepada BBC.

Menurut pemerintah lokal, kelompok Taliban mendalangi aksi penyiksaan ini yang menuding dua korban tersebut melakukan tindak "kemerosotan moral dan perselingkuhan".

Insiden memilukan ini terjadi Kamis (10/11) di wilayah Khawaja Hakim kota Ghazni, lokasi dimana dua perempuan itu tinggal.

Polisi mengatakan dua laki-laki telah ditahan terkait dengan pembunuhan ini.

Menurut pejabat kemanan kejadian dimulai saat sekelompok pria bersenjata masuk rumah dimana seorang janda muda dan anak perempuannya yang naas itu tinggal.

Mereka menyeret keduanya keluar rumah dan langsung merajam keduanya hingga tewas.

"Tetangga tidak membela atau memberitahu aparat pada waktunya," kilah seorang pejabat.

Cengkeraman Taliban

Menurut sejumlah pejabat setempat dalam beberapa bulan terakhir pemuka agama di kota itu telah mengeluarkan fatwa yang menyerukan agar warga melaporkan siapapun yang "terlibat perselingkuhan".

Perempuan Afghanistan

Taliban melarang perempuan sekolah, keluar rumah untuk bekerja, dan memperlihatkan muka.

Bulan Oktober lalu, seorang perempuan yang dituduh melakukan pembunuhan terhadap ibu mertuanya dibunuh oleh pengikut Taliban di Ghazni.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, pengikut Taliban di Ghazni mengalami peningkatan bsar.

Kota ini terletak pada titik strategis antara Kabul dan Kandahar, di mana sebelumnya provinsi Ghazni adalah pusat dagang antar wilayah.

Menurut wartawan BBC di Kabul, Bilal Sarwary, militan Taliban kini menguasai sebagian besar wilayah itu dimana hanya tujuh dari 18 distrik setempat dikontrol pemerintah Afghanistan.

Taliban melarang resepsi pernikahan dirayakan bersama kaum laki-laki dan perempuan di balai kota, di mana kaum laki-laki bisanya diperbolehkan datang tetapi dilarang memainkan musik, sementara perempuan hanya boleh merayakan di rumah saja.

Sejumlah stasiun radio yang masih beroperasi di ibukota provinsi itu pun hanya menyiarkan lagu-lagu Taliban.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.