Kepolisian Brasil menguasai kawasan kumuh Rocinha

Terbaru  13 November 2011 - 17:09 WIB
Polisi Brasil di Rocinha, Rio de Janeiro.

Polisi Brasil mendapat dukungan pasukan komando AL saat merebut kawasan Rocinha.

Kepolisian Brasil telah menguasakembali salah satu kawasan kumuh terbesar di Rio de Janeiro, yang selama ini dikendalikan jaringan pengedar narkotikar.

Operasi di Rocinha ditempuh sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menegakkan keamanan menjelang Piala Dunia 2004 dan Olimpiade 2012, yang akan digelar di Brasil.

"Pada pukul 6.19 pagi, polisi mengukuhkan bahwa seluruh kawasan (Rocinha) sudah diambil alih," seperti diberitakan oleh stasiun TV nasional Brasil, Globo.

Aparat polisi mendapat dukungan pasukan komando Angkatan Laut dengan bantuan dua helikopter yang terbang rendah saat memasuki Rocinha, yang menjadi tempat tinggal sekitar 120.000 penduduk.

Operasi keamaan ini disebut sebagai yang terbesar kedua di Rio, setelah kepolisian merebut kendali atas kawasan Alemao -yang dihuni 400.000 orang- pada November 2010.

Sejak melancarkan kampanye pembersihan kawasan-kawasan kumuh pada tahun 2008, kepolisian Brasil sudah berhasil mengendalikan kembali 20 kawasan yang biasanya menjadi tempat perlindungan para pengedar narkotika.

Perbaikan kehidupan

"Kami berharap keamanan tidak hanya mengusir para pengedar narkotika tapi juga membawa sanitasi, pendidikan dan kesehatan."

Raimundo Benicio de Souda

Rencana operasi atas Rocinha sudah diumumkan secara terbuka dan beberapa warga sudah meninggalkan kawasan itu sejak pertengahan pekan lalu begitu polisi mendirikan pos-pos pemeriksaan.

Dan Kamis, 10 November, polisi berhasil menangkap Antonio Francisco Bonfim Lopes alias Nem, yang diguna merupakan raja narkotika di Rocinha. Waktu itu Nem berupaya melarikan diri dari Rocinha dengan bersembunyi di dalam bagasi sebuah mobil.

Supir mobil dilaporkan mencoba menyuap polisi dengan uang senilai US$358.000 atau sekitar Rp3,5 miliar, namun polisi menolak dan memeriksa mobil dengan seksama sebelum akhirnya menemukan Nem.

Bagaimanapun seorang pemuka masyarakat di Rocinha mengharapkan agar operasi keamanan juga bisa membawa perbaikan bagi kehidupan masyarakat.

"Kami berharap keamanan tidak hanya mengusir para pengedar narkotika tapi juga membawa sanitasi, pendidikan dan kesehatan," tutur Raimundo Benicio de Souda, yang berusia 56 tahun, kepada kantor berita AFP.

"Ada orang-orang yang tinggal bersama kecoa di sini, kencing dan buang air besar di kaleng," tambahnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.