Burma akan bebaskan lagi tahanan politiknya

tahanan Burma Hak atas foto b
Image caption Sejak Oktober lalu pemerintah Burma membebaskan sejumlah tahanan termasuk tahanan politik.

Militer Burma mendukung rencana pemerintah negara itu yang akan mengampuni dan membebaskan sejumlah tahanan termasuk para tahanan politik.

Seorang pejabat negara itu mengatakan mereka akan segera mengumumkan rencana itu dalam waktu sesegera mungkin.

"Tunggu satu atau dua hari lagi untuk mengetahui lebih detail lagi soal ini," kata pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu kepada sejumlah media.

Jika rencana tersebut berjalan lancar maka ini merupakan kebijakan pembebasan tahanan kedua yang dilakukan oleh Burma dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Pernyataan Burma soal pembebasan tahanan politik ini terjadi menjelang digelarnya KTT ASEAN yang akan berlangsung di Bali, Indonesia pekan ini.

pemerintah Burma ingin menunjukan kepada negara anggota ASEAN lainnya kesungguhan mereka dalam melakukan reformasi di negara tersebut.

Pada bulan Oktober lalu, pemerintah Burma juga melepaskan lebih dari 180 tahanan politik yang telah menjalani penahanan selama bertahun-tahun.

Langkah Burma ini telah mendapat respon positif dari dunia barat yang selama ini mengecam kebijakan negara yang membatasi kebebasan warganya.

Syarat pengakuan

Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton pada hari Jumat (11/11) mengatakan ada tanda bahwa Burma tengah mencoba membuat "perubahan nyata" dan jika semua tahanan politik dibebaskan serta reformasi juga mulai dilakukan maka menurutnya Amerika berkeinginan bisa menjadi "mitra" Burma.

Kebijakan itu juga akan memperkuat posisi Burma yang berkeinginan untuk mendapatkan giliran menduduki posisi Ketua ASEAN yang akan diputuskan pada tahun 2014 mendatang.

Sejumlah analis mengatakan posisi itu akan membantu Burma untuk mendapatkan pengakuan dan membantu mereka dalam mencari dukungan dari lembaga keuangan internasional untuk mengolah sumber daya yang mereka miliki, setelah perekonomian mereka tidak bergerak untuk jangka waktu yang lama karena dikucilkan dari dunia internasional.

Komisi Nasional Hak Asasi Burma mengatakan ada sekitar 500 tahanan politik yang harus dibebaskan oleh pemerintahan negara itu.

Mereka mengatakan kalaupun tahanan itu sudah tidak berada dalam kondisi sehat maka para tahanan itu harus ditempatkan di tempat berfasilitas cukup dan dekat dengan keluarga mereka.

Pembebasan tahanan politik merupakan salah satu syarat bagi Burma agar Amerika, Uni Eropa dan Australia bersedia mencabut sanksinya.

Seorang diplomat kepada Reuters mengatakan langkah pemerintah Burma ini akan menghindari banyak kritik terhadap Presiden Thein Sein dalam KTT ASEAN nanti.

"Hal itu tentu akan membantu Presiden menyelamatkan mukanya di pertemuan tersebut," kata seorang diplomat Asia yang tidak mau disebut namanya.

Berita terkait