Ekonomi Jepang terus menguat pasca gempa

Pelabuhan Jepang Hak atas foto AFP
Image caption Meningkatnya nilai ekspor membantu kebangkitan ekonomi Jepang pasca gempa.

Perekonomian Jepang di kuartal ketiga tahun ini menguat yang merupakan pertumbuhan pertama sejak bencana gempa dan tsunami bulan Maret lalu.

Jepang sempat mengalami resesi ekonomi setelah terhantam bencana gempa yang menghancurkan infrastruktur, pabrik-pabrik dan rantai pasokan bahan baku.

Kantor Kabinet Jepang mengatakan pendapatan domestik meningkat 1,5% dalam tiga bulan terakhir hingga September dibanding tiga bulan sebelumnya.

Pertumbuhan itu diperoleh setelah penurunan ekonomi selama tiga kuartal sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan pertumbuhan rata-rata 6%.

Salah satu faktor yang menyebabkan ekonomi Jepang membaik adalah peningkatan ekspor. Nilai ekspor di kuartal ketiga mencapai sepertiga seluruh angka pertumbuhan ekonomi.

"Kembalinya pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga ini menunjukkan perbaikan jalur pasokan bahan baku yang meningkatkan produk industri dan konsumsi," kata analis dari Institut Riset Mizuho, Yasuo Yamamoto.

Sejumlah ancaman

Meski pertumbuhan ekonomi diperkirakan membaik, sejumlah analis melihat masih terdapat sejumlah ancaman terhadap perbaikan ekonomi Jepang yang masih rapuh ini.

Ancaman itu termasuk penguatan yen, melambatnya perekonomian global dan dampak banjir di Thailand yang mempengaruhi pasokan bahan baku untuk eksportir Jepang.

"Pertumbuhan di kuartal keempat nampaknya akan melambat terkait banjir di Thailand, "kata Yamamoto.

"Permintaan pasar tidak akan membantu perekonomian Jepang terlalu banyak karena masalah ekonomi di Eropa," tambah dia.

Pandangan ini didukung analis Credit Suisse, Hiromichi Shirakawa yang dalam laporannya mengatakan perekonomian Jepang sudah kehilangan momentum kenaikan sejak Agustus lalu.

Berita terkait