Rusia siap luncurkan kembali Soyuz

Terbaru  14 November 2011 - 10:09 WIB
Astronot Soyuz

Tiga angkasawan Dan Burbank, Anton Shkaplerov dan Anatoly Ivanishin akan menjadi kru ISS untuk enam bulan mendatang.

Rusia kembali akan meluncurkan wahana angkasa luar Soyuz yang mengangkut dua orang kosmonot Rusia dan satu orang astronot Amerika Serikat.

Perjalanan Soyuz yang akan diluncurkan dari Baikonur, Kazakhstan pada Senin (14/11) siang waktu Indonesia adalah yang pertama sejak wahana rang angkasa yang digunakan untuk kargo jatuh pada Agustus lalu.

Setelah kejadian itu, seluruh program angkasa luar berawak hingga hampir selama tiga bulan.

Meski sempat mengalami kecelakaan, ketiga astronot itu mengaku yakin akan keselamatan mereka.

"Kami tak memiliki pikiran buruk. Kami sangat yakin dengan peralatan yang kami miliki," kata kosmonot Rusia Anton Shkaplerov, 39, kepada wartawan di pusat angkasa luar Baikonur, Kazakhstan.

Bagi Anton Skhaplerov dan rekannya Anatoly Ivanishin, 42, misi dengan Soyuz ini adalah misi angkasa luar pertamanya.

Sementara bagi Dan Burbank, 50, astronot asal Amerika Serikat perjalanan ini adalah misi pertamanya bersama Soyuz.

Sebelumnya Burbank sudah menjalankan dua misi angkasa luar bersama pesawat ulang alik Atlantis pada tahun 2000 dan 2006.

Ketiga angkasawan ini direncanakan mengganti tiga kru stasiun luar angkasa ISS.

Stasiun angkasa

"Kami tak memiliki pikiran buruk. Kami sangat yakin dengan peralatan yang kami miliki."

Anton Skhaplerov

Wartawan BBC di Moskow Daniel Sandford melaporkan wahana angkasa Soyuz secara historis dinilai merupakan wahana yang sangat aman.

Dan dalam kapsul Soyuz inilah ketiga astronot ini akan melakukan perjalanan selama dua hari sebelum tiba di stasiun angkasa luar ISS.

Burbank, Skhaplerov dan Ivanishin nantinya akan menggantikan Mike Fossum, Satoshi Furukawa dan Sergei Volkov untuk enam bulan ke depan.

Peluncuran Soyuz ini akan menjadi yang pertama sejak Badan Angkasa Luar Amerika Serikat (NASA) memutuskan untuk mengakhiri program angkasa luar berawak yang sudah berjalan selama 30 tahun.

Keputusan NASA ini membuat 16 negara yang menanamkan investasi US$100 miliar untuk pembangunan ISS menjadi sangat tergantung sepenuhnya pada Rusia untuk mengangkut kru dan kebutuhan stasiun angkasa luar itu.

Jika peluncuran kali ini bermasalah maka ISS terancam kosong untuk pertama kalinya dalam satu dekade saat tiga awaknya saat ini kembali ke Bumi akhir bulan ini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.