Inggris tarik sebagian stafnya dari Iran

Terbaru  30 November 2011 - 15:53 WIB
Kedutaan Besar Inggris di Teheran

Iran menyebut serangan dilakukan pengunjuk rasa yang kebanyakan adalah mahasiswa.

Inggris menarik sebagian stafnya dari Iran menyusul serangan di kedutaan Inggris di Teheran, Selasa (29/11).

Kelompok pertama staf kedutaan dilaporkan telah terbang keluar dari Iran ke Dubai.

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan sejumlah staf meninggalkan Iran untuk keamanan tetapi tidak disebut jumlah diplomat yang ditarik pulang itu.

Serangan terhadap kedutaan Inggris di Teheran dilakukan oleh sekelompok massa yang melakukan aksi menentang kebijakan Inggris untuk menjatuhkan sanksi atas program nuklir Iran.

Sanksi itu pula yang menyebabkan Iran menarik para diplomatnya di Inggris.

Terburu-buru

Ratusan pendemo -yang menurut pihak berwenang Iran sebagai mahasiswa- melakukan aksi di luar kedutaan Inggris Selasa sore sebelum menerobos pagar dan pintu, membakar bendera Inggris, serta sebuah mobil.

Sebuah kediaman diplomatik Inggris lainnya di kawasan utara Teheran, yang dikenal dengan nama Taman Qolhak, juga dirusak massa.

Iran menyatakan menyesalkan atas insiden tersebut, dengan mengatakannya sebagai ''perilaku yang tidak dapat diterima yang dilakukan oleh sekelompok kecil pendemo''.

"Kebijakan yang terburu-buru yang dilakukan Dewan Keamanan dalam mengutuk aksi pelajar dilakukan untuk menutup kejahatan sebelumnya yang dilakukan Amerika dan Inggris."

Ali Larijani

Dalam sebuah pernyataan Rabu (30/11), Perdana Menteri David Cameron dan Menlu William Hague mengatakan "mereka dengan jelas menjamin keamanan staf kami dan keluarganya sebagai prioritas utama''.

"Dalam peristiwa kemarin dan untuk menjamin keselamatan, sejumlah staf meninggalkan Teheran,'' demikian isi pernyataan itu.

Cameron juga memperingatkan kemungkinan ''konsekuensi serius'' akibat insiden penyerangan tersebut, sementara AS, Uni Eropa, dan Dewan Keamanan PBB ikut mengutuk serangan tersebut.

Juru bicara parlemen Iran, Ali Larijani, menyebut kutukan Dewan Keamanan PBB sebagai tindakan yang terburu-buru, seperti yang diberitakan televisi negara Iran.

"Kebijakan yang terburu-buru yang dilakukan Dewan Keamanan dalam mengutuk aksi mahasiswa dilakukan untuk menutup kejahatan sebelumnya yang dilakukan Amerika dan Inggris, sementara polisi melakukan tindakan untuk menjaga perdamaian,'' kata Larijani.

Minggu (27/11), parlemen Iran melakukan pemungutan suara yang dimenangkan secara mayoritas untuk mengurangi hubungan diplomatik dengan Inggris sebagai respon atas keputusan Inggris memangkas kerjasama keuangan sebagai bagian dari sanksi baru terhadap Iran.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.