Al-Qaeda mengaku menculik warga AS

Warren Weinstein Hak atas foto AP
Image caption Weinstein sudah menetap lima tahun di Pakistan sebelum menjadi sasaran penculikan.

Al-Qaeda mengklaim telah menculik Warren Weinstein, seorang pakar tentang pemberian bantuan berkebangsaan Amerika dan berusia 70 tahun, yang hilang setelah direnggut paksa sekelompok orang di Lahore Pakistan empat bulan lalu.

Dalam sebuah rekaman video, pimpinan al-Qaeda Ayman al-Zawahiri mengatakan korban akan dibebaskan dengan sejumlah syarat termasuk jika AS menghentikan serangan udaranya di wilayah Afghanistan dan Pakistan.

Weinstein adalah seorang mantan pekerja untuk lembaga bantuan pemerintah AS, USAID, yang sudah menetap di Pakistan selama lima tahun.

Namun pejabat resmi pemerintah AS belum pernah secara pasti menyebut siapa yang menculik laki-laki itu.

"Seperti AS yang kerap menahan orang semaunya dengan alasan terlibat al-Qaeda atau Taliban bahkan tanpa dasar, kami menahan orang yang sudah lama terlibat dalam urusan bantuan AS ke Pakistan sejak 1970an," kata Zawahiri dalam video berdurasi setengah jam itu.

'Balasan'

Diantara tuntutan lain yang diajukan untuk persyaratan pembebasan Weinstein adalah dihentikannya pula serangan udara di wilayah Somalia dan Yaman, demikian dikatakan sebuah organisasi informasi rahasia, Site Intelligence.

Zawahiri juga minta para tahanan al-Qaeda dan tersangka Taliban di seluruh dunia termasuk pengebom gedung World Trade Center di AS dibebaskan.

Sementara pada bagian lain pesannya, Zawahiri membenarkan bahwa wakilnya di Libia yang menurut pejabat AS tewas akibat serangan udara di Pakistan bulan Agustus lalu, Atiyah Abd al-Rahman, memang benar telah terbunuh.

Hak atas foto AFP
Image caption Rekaman video itu memuat berbagai tuntutan al-Qaeda sebagai imbalan pembebasan Weinstein.

"Aksi balasan ini, dengan seizin Allah, akan dilakukan terhadap para tentara Barat yang membunuhnya [Rahman] juga dua putranya, serta ratusan ribu saudara, anak, perempuan, serta tetua kami, dan menduduki negeri kami (guna) merampas kekayaannya," kata Zawahiri.

Zawahiri menjadi pucuk pimpinan jaringan militan itu tahun ini setelah Osama Bin Laden, pendiri al-Qaeda, tewas dalam serangan pasukan khusus AS saat bersembunyi di sebuah lokasi di kota Abbottabad, Pakistan.

Kepada keluarga Weistein, Zawahiri beberapa kali mengatakan agar mereka tak gampang percaya pada janji Presiden AS Barack Obama untuk membebaskan warganya itu.

"Dia mungkin akan bilang, 'Saya berusaha membebaskan keluarga Anda,tapi al-Qaeda sangat keras kepala.' Jangan percaya," seru Zawahiri.

"Dia mungkin akan bilang, 'Saya mencoba menghubungi al-Qaeda tapi tidak ada jawaban.' Jangan percaya."

Dua belas hari setelah Weinstein diculik pada 13 Agustus, polisi di Lahore mengatakan laki-laki tua sudah dibebaskan namun kemudian mereka menganulir pernyataannya. Kedubes AS di Islamabad mengatakan saat itu tak ada bukti bahwa Weinstein sudah dilepaskan.

Penyelidikan polisi selama berbulan-bulan mencari kemungkinan informasi tentang lokasi penyekapan, buntu. Polisi Lahore sempat menahan tiga pengawal dan sorang sopir Weinstein selama tiga bulan untuk penyelidikan kasus ini, untuk mengetahui siapa yang kira-kira membocorkan kegiatan sehari-hari korban.

Namun hingga pertengahan November lalu, polisi mengatakan tak ada petunjuk.

Di Pakistan kasus penculikan kerap terjadi, dengan tujuan mencari uang tebusan, namun jarang yang menggunakan sasaran orang asing.

Tahun 2002, wartawan Wall Street Journal, Daniel Pearl, diculik di kota selatan Pakistan Karachi dan kemudian tewas dipenggal penculiknya.

Bulan Juli 2002, sepasang warga Swiss juga diculik di provinsi Balochistan.

Seorang anak Inggris umur lima tahun, Sahil Saeed, juga diculik saat menengok neneknya di provinsi Punjab pada Maret 2010. Seed bebas setelah keluarganya membayar tebusan US$180.000 (sekitar Rp1,6 miliar ).

Berita terkait