Diplomat Iran yang diusir tiba di Teheran

Hak atas foto Reuters
Image caption Warga Iran menyambut kedatangan para diplomatnya di bandar udara internasional Teheran.

Sedikitnya 24 diplomat Iran dan keluarganya yang diusir pemerintah Inggris telah tiba di Teheran, Sabtu (3/12) dini hari waktu setempat.

Menggunakan pesawat Iran Air yang disewa pemerintah Iran untuk menjemput mereka, rombongan tiba di bandar udara internasional Teheran.

Sekitar seratusan pengunjuk rasa menyambut kedatangan mereka.

Pendemo sebagian membawa bunga seraya berteriak anti-Inggris, demikian laporan televisi milik pemerintah Iran.

Namun para pengunjuk rasa ini tidak dapat menemui rombongan diplomat, yang menggunakan pintu lain untuk meninggalkan bandara.

Inggris mengusir para diplomat Iran menyusul aksi serangan warga Iran ke kantor kedutaan Inggris di Teheran, Sabtu (29/11) lalu.

Pemerintah Inggris melalui duta besarnya untuk Iran -yang telah kembali ke London- menyebut pemerintah Iran mendukung aksi serangan.

Duta Besar Dominick Chilcott mengatakan aksi semacam itu hanya dapat dilakukan "dengan diam-diam dan didukung oleh negara".

Iran menyesalkan

Ratusan demonstran menyerang kantor kedutaan besar Inggris di Teheran pada Selasa ((29/11) lalu. Aksi ini dilakukan setelah Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya memberi sanksi Iran terkait masalah program pembangunan fasilitas nuklir.

Pekan lalu Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris mengumumkan sanksi terhadap Iran setelah badan pengawas nuklir PBB, Badan Tenaga Atom Internasional, mengatakan bahwa Iran melakukan beberapa uji coba yang terkait dengan pengembangan peralatan nuklir.

Teheran selalu mengatakan program nuklir mereka semata-mata untuk kepentingan damai.

Serangan terhadap kedutaan Inggris di Teheran membuat Inggris mengusir para diplomat yang bekerja di kedutaan Iran di London dan mereka meninggalkan Inggris pada Jumat (2/12).

Diplomat Iran terbang dari bandara Heathrow dengan menggunakan pesawat sewaan Iran Air.

Pengusiran itu dilakukan atas perintah Menteri Luar Negeri William Hague, setelah peristiwa penyerangan kedutaan besar Inggris di Iran.

Iran mengatakan penyesalannya atas peristiwa penyerangan dan menggambarkan sebagai "tindakan yang tidak dapat diterima oleh sejumlah demonstran kecil".

Berita terkait