Kebakaran rumah sakit India, puluhan tewas

Keluarga korban kebakaran Hak atas foto AP
Image caption Sebagian besar korban tewas adalah pasien rumah sakit yang kesulitan menyelamatkan diri.

Sedikitnya 73 orang tewas dalam kebakaran yang melalap Rumah Sakit AMRI, Kalkuta, India timur hari Jumat (9/12), kata para pejabat India.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat ketika sebagian besar dari 160 pasien yang berada di rumah sakit swasta itu sedang tidur.

Wakil Presiden Direktur Rumah Sakit AMRI, S. Upadhayay, mengatakan sebanyak 73 orang dipastikan meninggal dunia termasuk tiga karyawan rumah sakit.

"Sebanyak 73 orang meninggal dan sekitar 90 orang lainnya diselamatkan," katanya kepada para wartawan.

Pihak berwenang mengatakan penyelidikan sementara menunjukkan kebakaran bermula di lantai bawah tanah. Sebagian besar penghuni rumah sakit meninggal karena kesulitan bernafas akibat asap tebal yang dengan cepat memenuhi lantai atas.

Menjelang pukul 09.00 sebenarnya api mulai bisa dikendalikan, tetapi asap tebal terus membumbung dari jendela di tengah-tengah upaya petugas pemadam kebakaran mengevakuasi orang-orang yang masih terjebak di dalam gedung.

Cabut izin

Kebakaran ini merupakan yang kedua di rumah sakit yang sama selama tiga tahun terakhir dan Menteri Besar negara bagian Bengala Barat, Mamata Banerjee, memerintahkan penyelidikan penuh atas kebakaran kali ini .

Mamata Banerjee menyebut jatuhnya korban sebagai kejahatan yang tidak bisa dimaafkan dan mengatakan izin operasi rumah sakit berlantai enam ini dicabut.

"Saya ingin meyakinkan semua keluarga korban tewas bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pihak-pihak yang lalai," kata Banerjee.

Sejumlah pejabat lain menuduh karyawan rumah sakit meninggalkan pasien dan menyelamatkan diri mereka masing-masing setelah kebakaran terjadi. Beberapa pasien yang berhasil menyelamatkan diri menuturkan mereka terbangun karena tercekik di tengah-tengah asap tebal.

"Saya takut sekali, saya terus-menerus berteriak meminta bantuan," kata Jyoti Chaudhary yang masuk ke rumah sakit pekan lalu.

Menurutnya, seorang perawat menariknya keluar dari kamar pasien dan membawanya ke lantai dasar.

Adapun Ananya Das, 34 tahun, masih dalam proses pemulihan dari operasi yang baru dijalaninya sehari sebelumnya.

"Saya bisa berjalan ke pintu darurat dan kemudian turun dari jendela. Saya melihat banyak mayat," kata Das.

Wartawan BBC di lokasi kejadian, Sanjoy Majumder, melaporkan begitu Menteri Besar Bengala Barat, Mamata Banerjee, tiba maka suasana sontak gaduh. Sanak-saudara korban mengeluh karena konvoi Banerjee memblokir lalu-lintas ambulans di lingkungan rumah sakit.

Polisi menggunakan pentungan untuk membubarkan kerumunan warga yang berusaha mendekati mobil Banerjee.

Berita terkait