Ketua Mahkamah Agung Filipina dituntut mundur

Terbaru  12 Desember 2011 - 21:26 WIB

Presiden Filipina Benigno Aquino (kanan) bersalaman dengan Ketua Mahkamah Agung, Renato Corona, dalam sebuah acara.

Kongres Filipina mengajukan tuntutan mundur atas Ketua Mahkamah Agung karena dugaan korupsi dan berpihak dalam penangkapan mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo.

Proses penuntutan mundur atas Renato Corona -yang dikenal dengan istilah impeachment- didukung oleh lebih dari sepertiga anggota parlemen, yang disyaratkan oleh undang-undang.

Dengan demikian maka Renato Corona akan menghadapi sidang penuntutan mundur di Senat tahun depan.

Langkah ini tampaknya menjadi kelanjutan dari drama upaya pengadilan terhadap Gloria Arroyo yang dilarang bepergian ke luar negeri untuk mencari pengobatan terkait penyakit tulang yang dia derita.

Sebelumnya Mahkamah Agung membatalkan keputusan Kementerian Kehakiman Filipina yang melarang Arroyo terbang ke luar negeri. Akan tetapi ketika tiba di bandara tanggal 15 November lalu, pihak imigrasi tetap tidak mengizinkan Arroyo naik ke dalam pesawat.

Salah seorang anggota majelis rendah Kongres Filipina mengatakan keputusan ini sebagai langkah penting dalam meminta pertanggungjawaban Gloria Arroyo.

"Ini merupakan langkah penting untuk pertanggungjawaban mantan Presiden Gloria Arroyo atas kejahatan yang dilakukannya terhadap warga," kata Teodoro Casino, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Casino menuduh Ketua Mahkamah Agung berpihak pada mantan atasannya, Arroyo.

Ditunjuk Arroyo

"Ini merupakan langkah penting untuk pertanggungjawaban mantan presiden Gloria Arroyo atas kejahatan yang dilakukannya terhadap warga."

Teodoro Casino

Sebelum pemungutan suara di parlemen berlangsung, Corona menegaskan akan melawan hal yang disebutnya sebagai upaya rahasia untuk menggeser dia dari jabatannya.

"Saya ingin memberi tahu bahwa Ketua Mahkamah Agung tetap memegang jabatannya dan akan memimpin perjuangan melawan setiap pihak yang ingin menghancurkan pengadilan dan kemandiriannya," katanya kepada para wartawan.

Renato Corona ditunjuk sebagai Ketua Mahkamah Agung ketika Presiden Arroyo masih berkuasa atau sepekan setelah pemilihan umum tahun lalu yang dimenangkan oleh Benigno Aquino.

Saat itu Aquino -yang meraih kemenangan mutlak dengan salah satu janji berupa pemberantasan korupsi- masih belum mengambil alih kekuasaan dari Arroyo.

Presiden Aquino menuduh Corona menghalang-halangi upaya membawa Arroyo -yang berkuasa sepanjang 2001-2010- ke pengadilan.

Arroyo kini dirawat di rumah sakit militer sambil menunggu keputusan pengadilan atas permintaan pengacaranya agar dia dikenakan tahanan rumah.

Dia didakwa melakukan kecurangan dalam pemilihan anggota Kongres dan sejumlah dakwaan korupsi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.