Hisbullah ungkap identitas agen CIA di Lebanon

Hak atas foto BBC World Service
Image caption Sheikh Hassan Nasrallah menyebut kedutaan AS di Beirut sebagai sarang mata-mata.

Kelompok Islam Syiah Hisbullah mengungkap sejumlah nama petugas yang diduga sebagai agen rahasia CIA di Lebanon.

Pengungkapan daftar nama agen Amerika itu dilakukan oleh Hisbullah melalui siaran televisi Lebanon, al-Manar.

Dalam siaran tersebut Hisbullah menggunakan video animasi untuk menggambarkan dugaan pertemuan antara petugas CIA dan informannya di kedai kopi Starbucks dan Pizza Hut.

Mereka mengklaim juga telah memiliki foto para intelejen tersebut.

Siaran al-Manar menyebutkan CIA memiliki 10 petugas di Lebanon, semuanya menyamar sebagai diplomat untuk menjalankan jaringan intelejen di negara yang terletak di kawasan utara Israel tersebut.

Perang spionase

CIA sendiri enggan memberikan komentar atas tuduhan yang mereka sebut sebagai ''klaim palsu''.

"Badan ini, sesuai aturan, tidak akan menanggapi klaim palsu dari kelompok teroris,'' kata juru bicara CIA Jennifer Youngblood kepada kantor berita Associated Press.

Hisbullah mungkin telah membagi foto-foto sejumlah orang yang diduga sebagai intel CIA ke sekutu terdekat mereka, Iran, demikian pernyataan seorang mantan pejabat Lebanon yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita AP.

Pengungkapan ini merupakan episode terbaru perang spionase antara Hisbullah dengan CIA

Pemimpin Hisbullah Sheikh Hassan Nasrallah mengatakan awal tahun ini bahwa dua anggotanya mengaku telah menjadi mata-mata bagi badan intelejen Amerika.

AS, yang memasukan Hisbullah dalam daftar organisasi teroris, juga membantah klaim tersebut.

CIA dilaporkan tengah mengkaji potensi kelemahan di Lebanon setelah beberapa mata-mata Israel ditangkap di negara ini pada tahun 2009.

Tahun 1984, kepala CIA di Beirut diculik Hisbullah dan kemudian dibunuh.

Iran bulan lalu menyatakan telah menangkap lusinan agen CIA yang diduga mencoba masuk ke dalam program militer dan nuklir Iran.

Tahun lalu, dua nama kepala biro CIA bocor di media Pakistan, menyebabkan satu diantaranya ditarik dari Islamabad.

Berita terkait