Puluhan tewas akibat alkohol beracun di India

Keluarga korban yang meninggal akibat minuman alkohol beracun Hak atas foto AP
Image caption Keluarga korban yang meninggal akibat minuman alkohol beracun.

Lebih dari 70 orang tewas dan sekitar 100 lainnya dirawat di negara bagian Benggala Barat setelah menenggak minuman alkohol beracun.

Minuman beralkohol itu dijual di satu toko kecil di desa Sangrampur, sekitar 70 km dari Kalkuta.

Sejauh ini empat orang ditahan menyusul kejadian yang membuat marah penduduk desa di India itu.

Kasus minuman alkohol beracun ini sering terjadi di India.

Pekan lalu, negara bagian Gujarat menerapkan undang-undang baru yang menetapkan mereka yang terlibat dalam produksi dan penjualan minuman alkohol ilegal menghadapi hukuman mati.

Wartawan BBC di Kalkuta, Amitabha Bhattasali mengatakan 32 orang meninggal Rabu (14/12) malam.

Dari sekitar 100 orang yang dirawat di rumah sakit, 70 diantaranya dalam kondisi kritis, menurut menteri Shyamal Mandal kepada BBC.

Larangan minuman beralkohol

Sebagian dari korban telah diangkut ke rumah sakit di Kalkuta, kata Mandal.

"Semakin banyak orang yang datang dengan gejala keracunan minuman beralkohol dan rumah sakit setempat sudah terlalu penuh," kata pejabat daerah NS Nigam kepada kantor berita AFP.

Empat pabrik minuman beralkohol dirusak masa setelah muncul berita kematian akibat minuman ini, menurut sejumlah pejabat seperti dikutip kantor berita AFP.

Alkohol ilegal di India harganya sekitar 10 rupees (Rp 2.000) dan sebagian besar konsumen adalah warga miskin.

Minuman ini biasanya ditambah dengan alkohol methyl dan spiritus sehingga mengakibatkan korban kejang, muntah dan kematian.

Gujarat merupakan negara bagian di India yang telah mengambil langkah drastis melarang minuman beralkohol untuk mencegah kematian akibat minuman ini.

Selain Gujarat, negara bagian lain yang melarang minuman beralkohol adalah Mizoram dan Nagaland.

Berita terkait