Afsel buka kasus kamera pengawas Mandela

Nelson Mandela Hak atas foto Reuters
Image caption Polisi mengatakana rumah Nelson Mandela tampaknya diawasi selama 24 jam.

Kepolisian Afrika Selatan mengatakan mereka membuka kasus yang melibatkan dua perusahaan media internasional atas dugaan menempatkan kamera pengawas di dekat rumah mantan Presiden Afrika Selatan Neldon Mandela.

Juru bicara kepolisian nasional Afrika Selatan Kolonel Vishnu Naidoo mengatakan kepada BBC mengambil film atau memotret kediaman presiden merupakan tindakan tidak sah.

"Di Afrika Selatan semua rumah presiden dinyatakan sebagai tempat penting dan ada undang-undang yang melindungi tempat-tempat penting nasional di negara ini, yang disebut Akta Tempa-Tempat Penting Nasional," tutur Naidoo kepada BBC hari Kamis (15/12).

Dia mengatakan kamera yang secara terus menerus merekam itu kini telah dicabut namun tidak bersedia menyebut nama-nama media internasional yang menempatkan kamera.

'Diawasi 24 jam'

Namun kamera di Desa Cape Timur, tempat Nelson Mandela sekarang tinggal, disebut-sebut dipasang oleh kantor berita Reuters dan Associated Press.

Seorang juru bicara Associated Press membantah perusahaannya mematai-matai mantan presiden Afrika Selatan.

Juru bicara kepolisian nasional Afrika Selatan Vishnu Naidoo mengatakan pihaknya mengadakan penyelidikan penuh dalam kasus ini.

"Kami sedang dalam proses menyelidiki kasus-kasus ini," kata Naidoo.

"Sejauh ini kami mendapati bahwa dua kamera tersebut dimiliki oleh sedikitnya dua perusahaan media, tidak terbatas pada media-media tersebut tetapi begitu kita mencapai tahap akhir penyelidikan, kita akan berbicara dengan pihak penuntut nasional untuk menentukan langkah selanjutnya," kata Naidoo.

Kolonel Naidoo menambahkan tampaknya rumah Nelson Mandela diawasi selama 24 jam penuh.

Berita terkait