Korban banjir Filipina terus bertambah

Terbaru  17 Desember 2011 - 22:23 WIB
Warga korban banjir di Filipina

Warga korban banjir bermalam di tempat-tempat penampungan atau di tempat terbuka.

Banjir bandang yang disebabkan oleh badai tropis di Pulau Mindanao, Filipina selatan telah menyebabkan lebih dari 400 orang tewas, kata para pejabat.

Palang Merah Filipina mengatakan sebagian besar korban tewas ditemukan di dua kota pesisir, Cagayan de Oro dan Iligan hari Sabtu (17/12).

Sekretaris Jenderal Palang Merah Filipina Gwen Pang mengatakan data korban tewas itu diperoleh berdasarkan jumlah jenazah yang ditemukan di beberapa lokasi sejauh ini.

Seperti dilaporkan kantor berita AP, banyak jenazah belum dibawa pulang oleh keluarga mereka dari tempat-tempat penampungan jenazah.

Militer Filipina membantu warga yang menyelamatkan diri di atap-atap rumah. Seorang juru bicara militer mengatakan sebagian desa hanyut seluruhnya ke laut.

Sebagian korban sedang terlelap tidur ketika banjir bandang menerjang rumah mereka Jumat malam, menyusul hujan deras selama berjam-jam dan angin kencang.

"Banjir besar terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Kota Iligan dan Kota Cagayan de Oro," kata Kepala Badan Nasional Penyelamatan Bencana, Benito Ramos.

'Lengah'

Ramos menambahkan jumlah korban diperkirakan terus meningkat.

"Langkah itu bagus karena dalam waktu kurang dari satu jam permukaan air naik menjadi 3,3 meter."

Ayi Hernandez

Benito Ramos menjelaskan salah satu alasan mengapa jumlah korban tewas di Mindanao besar karena warga lengah sebab selama ini daerah tersebut biasanya tidak dilalui badai, meskipun pihak berwenang telah memperingatkan akan adanya badai ini.

Sejumlah korban selamat menuturkan mereka tiba-tiba mendengar suara keras dan air banjir masuk ke rumah mereka.

Mantan anggota Kongres Filipina, Ayi Hernandez, mengatakan keluarganya sedang beristirahat di rumah ketika air tiba-tiba datang.

Dia memutuskan membawa keluarganya mengungsi ke rumah tetangga yang bertingkat dua.

"Langkah itu bagus karena dalam waktu kurang dari satu jam permukaan air naik menjadi 3,3 meter," katanya.

Ribuan tentara yang didukung personil kepolisian, tentara cadangan, polisi penjaga pantai dan relawan sipil dikerahkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dan membersihkan puing-puing reruntuhan.

Mereka juga membersihkan jalan-jalan dari pohon tumbang dan kendaraan rusak. Namun banyak jalan terputus dan tidak ada aliran listrik sehingga kondisi itu menghambat upaya pertolongan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.