Iran didesak bebaskan warga Amerika Serikat

Amir Mirzai Hekmati di TV Iran. Hak atas foto Reuters
Image caption Amir Mirzai Hekmati tampil di Stasiun TV Iran dan mengaku melakukan kegiatan spionase Iran.

Amerika Serikat mendesak Iran segera membebaskan seorang warganya yang menurut Iran adalah mata-mata badan intelijen CIA.

Amir Mirzai Hekmati, pria Iran yang memegang kewarganegaraan Amerika Serikat, ditampilkan di stasiun TV negara Iran untuk mengaku dia dikirim Amerika Serikat untuk melakukan infiltrasi terhadap dinas intelijen Iran.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan mereka juga sudah meminta akses untuk bertemu Hekmati melalui Kedutaan Besar Swiss di Iran.

Keluarganya membantah keras kalau Hekmati terlibat dalam kegiatan spionase.

Ayahnya, Ali Hekmati, sudah menegakan bahwa putranya sedang mengunjungi keluarga mereka di Iran ketika ditangkap.

"Dia bukan mata-mata. Itu tumpukan kebohongan untuk putra saya yang baik," kata Ali Hekmati seperti dikutip kantor berita AP.

"Mereka sudah pernah berbohong tentang setiap warga Amerika, yang ditangkap di Iran karena berkunjung atau berlibur atau dengan alasan lainnya."

Menurut Ali, putranya pernah bekerja sebagai penterjemah bahasa Arab di Pasukan Marinir Amerika Serikat dan berkunjung ke Iran sekitar empat bulan lalu.

Waktu itu dia bekerja sebagai kontraktor untuk sebuah perusahaan di Qatar yang melayani marinir Amerika Serikat.

Sengketa intelijen

CIA hingga saat ini tidak bersedia memberikan komentar atas berita penangkapan Amir Mirza Hekmati maupun tentang pengakuannya di TV Iran.

Insiden ini semakin meningkatkan sengketa intelijen antara Amerika Serikat dan Iran. Beberapa waktu lalu Iran berhasil menangkap sebuah pesawat pengintai tanpa awak milik Amerika Serikat.

Iran mengatakan berhasil menjatuhkan pesawat itu sementara Amerika Serikat mengatakan ada fungsi yang tidak bekerja yang menyebabkan pesawat jatuh.

Pemerintah di Washington sudah meminta agar pesawat itu dikembalikan namun ditolak oleh Teheran.

Bulan September, Iran membebaskan dua warga Amerika Serikat setelah ditahan dua tahun lebih di sebuah penjara di Teheran.

Keduanya bersama seorang warga AS lain -yang sudah dibebaskan tahun 2010- ditangkap di perbatasan Iran-Irak dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata untuk Amerika Serikat. Mereka mengaku tersesat ketika sedang melakukan pendakian.

Sementara itu pada Mei 2011, Iran menyatakan berhasil membongkar jaringan mata-mata Amerika Serikat yang terdiri dari 30 agen CIA, yang dituduh melakukan spionase dan sabotase.

Jaksa Agung Iran Gholamhoseyn Mohseni-Ezhe'i hari Senin (19/12) menyatakan bahwa 15 dari mereka sudah didakwa secara resmi walau belum disidang.

Hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Teheran putus setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979.

Berita terkait