Puluhan tentara Suriah yang membelot ditembak mati

Terbaru  20 Desember 2011 - 21:06 WIB
Tentara Suriah di Deraa, pertengahan November 2011.

PBB mengecam tindakan aparat keamanan Suriah dalam memberangus unjuk rasa.

Puluhan tentara Suriah yang membelot ditembak oleh militer Suriah ketika sedang berupaya meninggalkan markas untuk bergabung dengan para pengunjuk rasa antipemerintah.

Kelompok hak asasi manusia Suriah mengatakan 70 tentara yang ingin membelot itu ditembak mati di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Senin 19 Desember.

"Mereka dibunuh ketika berupaya untuk melarikan diri dari posisi militer di antara Kensafra dan Kefer Quaid, di pegunungan Zawyia di Idlib," demikian pernyataan lembaga Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah yang berkantor di London.

Organisasi ini mengatakan 114 orang tewas di berbagai tempat di Suriah hari Senin.

Di tempat lainnya -antara lain di Deraa dan Homns- juga jatuh korban jiwa dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Namun jumlah korban jiwa tidak bisa dipastikan secara independen karena Suriah tidak mengizinkan wartawan asing masuk ke negara itu.

Tim pemantau

"Mereka dibunuh ketika berupaya untuk melarikan diri dari posisi militer mereka di antara Kensafra dan Kefer Quaid, di pegunungan Zawyia di Idlib."

Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah

Jatuhnya korban jiwa yang besar di Suriah terjadi ketika dicapai kesepakatan antara Damaskus dan Liga Arab soal kedatangan tim pemantau.

Suriah sudah bersedia mengizinkan tim pemantau Liga Arab sebagai bagian dari upaya untuk menghentikan kekerasan oleh aparat keamanan terhadap para pengunjuk rasa.

Kesepakan dicapai Senin (19/12), setelah Liga Arab melakukan perubahan atas prakarsa tersebut, seperti yang dituntut pemerintah Damaskus.

Direncanakan tim pendahulu Liga Arab akan berangkat ke Suriah pada Kamis 22 Desember untuk mempersiapkan kedatangan sekitar 100 pemantau dari negara-negar Arab.

Sementara itu pemungutan suara di Majelis Umum PBB memutuskan untuk mengecam aparat keamanan Suriah dalam memberangus aksi unjuk rasa.

Unjuk rasa Suriah

PBB memperkirakan 5.000 orang tewas sejak unjuk rasa marak Maret tahun ini.

Resolusi yang tidak mengikat tersebut didukung oleh 133 anggota PBB -dengan 11 menentang serta 43 abstain- dan menuntut dihentikannya segera pelanggaran hak asasi manusia di Suriah.

Resolusi juga mendesak Damaskus untuk mengimplementasikan prakarsa perdamaian Liga Arab.

Hukuman mati

Dalam perkembangan lain, Presiden Bashar al-Assad menandatangani undang-undang yang menjatuhkan hukuman mati bagi pelaku terorisme.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, menyebutkan setiap orang yang menyediakan senjata atau membantu dalam menyediakan senjata yang digunakan untuk kegiatan teroris diancam dengan hukuman mati.

Undang-undang yang diberlakukan Selasa 20 Desember itu itu juga akan menjatuhkan hukuman kerja paksa selaam 15 tahun bagi penyeludup senjata.

Pemerintah Damaskus selalu mengatakan bahwa mereka sedang melawan kelompok bersenjata dan bukan unjuk rasa sipil yang menentang Presiden al-Assad.

PBB memperkirakan jumlah korban yang meninggal akibat kekerasan di Suriah sejak Maret mencapai 5.000 jiwa, sebagian adalah anak-anak dan perempuan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.