Fiji akan cabut undang-undang darurat

Bainimarama Hak atas foto AP
Image caption Bainimarama naik ke pucuk kekuasaan lewat kudeta militer tak berdarah.

Pemerintah Fiji mengatakan akan mencabut undang-undang darurat perang yang diterapkan selama hampir tiga tahun sejak krisis politik 2009.

Pernyataan itu disampaikan pemimpin militer Fiji Komodor Frank Bainimarama dalam pesan tahun baru.

Bainimarama mengatakan undang-undang darurat akan dicabut untuk membuka jalan bagi konsultasi penyusunan undang-undang dasar baru.

"Dalam beberapa minggu ke depan, saya akan mengumumkan proses konsultasi nasional yang akan dimulai pada Februari 2012," kata pemimpin Fiji yang naik ke pucuk kekuasaan lewat kudeta tak berdarah pada 2006.

Bainimarama memberlakukan undang-undang darurat perang setelah Pengadilan Banding Fiji menyatakan kudeta Bainimarama tidak sah.

Menurutnya, undang-undang darurat perang akan dicabut pada tanggal 7 Januari 2012.

Pemberlakuan undang-undang darurat perang membuat pemberitaan media di Fiji sangat dibatasi dan pertemuan-pertemuan publik dilarang.

Para politisi oposisi dan serikat pekerja di Fiji sejauh ini enggan memberikan komentar terkait rencana pencabutan undang-undang darurat perang.

Iklim mendukung

Seorang peneliti kelahiran Fiji, Brij Lal mengatakan sikap tersebut sudah bisa diperkirakan.

"Kita hanya berharap langkah ini akan membuka jalan bagi kebebasan berbicara tetapi tidak akan terjadi dalam waktu sekejap karena iklim ketakutan telah tertanam dalam-dalam di Fiji selama tiga tahun terakhir," kata Brij Lal yang telah menjadi warga negara Australia seperti dikutip kantor berita AFP.

Lal, seorang arsitek undang-undang dasar lama Fiji dan diusir setelah diterapkan undang-undang darurat perang, mengatakan Bainimara perlu menciptakan iklim yang mendukung perdebatan terbuka agar undang-undang baru mendapat pengakuan dunia.

Beberapa negara Fiji, antara lain Australia telah lama menyerukan kepada Bainimarama untuk mengundurkan diri dan memulihkan demokrasi.

Fiji dikeluarkan dari organisasi Negara-negara Persemakmuran pada 2009 ketika negara itu gagal menggelar pemilihan umum.

Negara di kawasan Pasifik ini telah mengalami kudeta selama empat kali sejak 1987.

Kehidupan politik sering diwarnai ketegangan antara penduduk asli Fiji dan penduduk Indo-Fiji, keturunan buruh dari India.

Berita terkait