Tunisia minta jaminan bagi mantan PM Libia

al-Baghdadi al-Mahmoudi Hak atas foto Reuters
Image caption al-Baghdadi al-Mahmoudi khawatir terhadap keselamatannya jika kembali ke Libia

Presiden Tunisia menjanjikan untuk menyerahkan mantan perdana menteri Libia, al-Baghdadi al-Mahmoudi jika ada jaminan dilakukannya peradilan yang benar dan berimbang dari pemerintah Libia.

Presiden Moncef Marzouki dalam kunjungannya ke Tripoli mengatakan Libia punya hak untuk mengadili mantan perdana menterinya itu.

Mahmoudi ditangkap keamanan Tunisia pada bulan September lalu karena dituduh memasuki negera itu secara ilegal.

Dalam pidatonya di Tripoli, Marzouki mengatakan bahwa Tunisia menginginkan "adanya jaminan 1000% digelarnya pengadilan yang adil dan bebas dari kepentingan apapun," sebelum Mahmoudi dikembalikan ke Libia.

"Saya yakin bahwa persamaan ini akan terjadi," katanya dalam pertemuan dengan sejumlah organisasi non pemerintah.

"Artinya bahwa anda akan memberikan jaminan kepada kami atas terselenggaranya pengadilan yang adil dan independen di Tripoli dan kami menjamin hak anda untuk menerima orang ini."

Lawan upaya ekstradisi

Namun upaya pemulangan ini dikritik oleh sejumlah organisasi pembela HAM.

Kelompok pembela HAM telah meminta kepada pemerintah Tunisia untuk tidak mengekstradisi Mahmoudi karena dikhawatirkan akan menjadi korban pelanggaran hak asasi.

Mahmoudi yang kini berusia 70 tahun sempat menjabat perdana menteri di era pemerintahan Kolonel Muammar Gaddafi mulai 2006 hingga jatuhnya kekuasaan pemimpin tersebut.

Saat ini dia sedang menjalani penahanan di Mornaguia dekat Tunis.

Melalui pengacaranya dia saat ini tengah berupaya untuk menentang ekstradisi yang akan dilakukan oleh pemerintah Tunisia.

Pemerintahan Libia yang dipegang Dewan Transisi Nasional telah mengatakan bahwa mereka akan memberikan perlakuan yang adil bagi Mahmoudi.

Namun pengacara mahmoudi meragukan hal itu.

Tim pengacara Mahmoudi sejauh ini telah menyatakan bahwa proses ekstradisi tidak bisa dilakukan sampai Komisioner PBB untuk urusan pengungsi memutuskan permohonan Mamhmoudi tentang statusnya sebagai pengungsi politik di Tunisia dikeluarkan.

Setelah kematian Kolonel Gaddafi pengacara Mahmoudi menyampaikan kekhawatiran terhadap keselamatan kliennya jika dipulangkan ke Libia, menurut mereka Mahmoudi banyak mengetahui tentang rahasia pemerintahan Libia dimasa kepemimpinan Gaddafi.

Berita terkait