Pendukung Anwar Ibrahim ancam demonstrasi besar

Terbaru  3 Januari 2012 - 14:31 WIB
Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim terancam hukuman 20 tahun penjara jika terbukti melakukan sodomi.

Aliansi Oposisi Malaysia menegaskan akan mengerahkan 100.000 orang untuk berunjuk rasa di luar Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur saat pembacaan putusan kasus dugaan sodomi Anwar Ibrahim yang dijadwalkan digelar pekan depan.

Pernyataan ini membuat kepolisian Malaysia mewaspadai kemungkinan terjadinya kerusuhan jika Anwar Ibrahim dinyatakan terbukti menyodomi mantan ajudan prianya.

Jika terbukti melakukan sodomi, Anwar Ibrahim yang pernah menjadi wakil perdana menteri di masa pemerintahan Mahatir Muhammad itu terancam hukuman penjara 20 tahun.

Jika harus menjalani hukuman penjara, maka Anwar akan kesulitan mempertahankan kursinya di parlemen dalam pemilihan umum yang akan digelar tahun ini.

Namun, Perdana Menteri Najib Razak membantah tuduhan Anwar yang mengatakan pemerintah menggunakan isu sodomi untuk menjegal kelompok oposisi.

Ancaman polisi

Sementara itu, Kepala Kepolisian Kuala Lumpur Mohammad Saleh mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima 168 surat keluhan dari berbagai penjuru negeri terutama dari para pebisnis, politisi dan warga biasa yang khawatir aksi unjuk rasa itu akan mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Pada hari itu, jika aksi unjuk rasa tetap dilanjutkan maka polisi akan mengambil langkah tegas sesuai undang-undang yang berlaku," kata Mohammad Saleh.

Menanggapi ancaman polisi itu, Deputi Presiden Partai Keadilan Rakyat, Azmin Ali menegaskan kelompok oposisi tak akan membatalkan aksi unjuk rasa.

"Kelompok oposisi ingin menyampaikan pesan bahwa pemerintah bisa melakukan apapun namun pemerintah tidak akan bisa melemahkan perjuangan kami meruntuhkan tirani dan penindasan," kata Azmin.

Selain ancaman unjuk rasa besar-besaran di Kuala Lumpur, Anwar Ibrahim dijadwalkan akan mengunjungi seluruh Malaysia untuk menyapa pendukungnya yang menggelar unjuk rasa di delapan negara bagian.

Sejarah politik

"Kelompok oposisi ingin menyampaikan pesan bahwa pemerintah bisa melakukan apapun namun pemerintah tidak akan bisa melemahkan perjuangan kami meruntuhkan tirani dan penindasan."

Azmin Ali

Anwar Ibrahim dituduh melakukan sodomi pada 2008, beberapa bulan setelah memimpin aliansi oposisi yang meraup suara terbanyak dalam sejarah politik Malaysia yang mengguncangkan koalisi pemerintah yang berkuasa selama lima dekade.

Oposisi kini menguasai sepertiga kursi parlemen dan menguasai empat dari 13 negara bagian Malaysia.

Di depan pengadilan mantan ajudan Anwar, Saiful Bukhari Azlan bersaksi bahwa Anwar memaksanya melakukan hubungan seks di sebuah apartemen.

Jaksa penuntut mengajukan contoh DNA yang diambil dari sperma yang ditemukan di tubuh Saiful yang ternyata cocok dengan DNA Anwar Ibrahim.

Sementara kuasa hukum Anwar mengatakan kesaksian Saiful yang tidak konsisten. Mereka juga meragukan contoh DNA yang kemungkinan telah disiapkan untuk ditemukan di tubuh Saiful.

Tim kuasa hukum juga menduga bukti-bukti forensik sudah diatur untuk kepentingan pengadilan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.