Tanah longsor di Filipina, 25 tewas

Filipina
Image caption Wilayah selatan di Filipina sering terjadi tanah longsor akibat hujan lebat.

Setidaknya 25 orang meninggal dan sekitar 100 orang hilang dalam bencana tanah longsor di sebuah pertambangan desa di bagian selatan Filipina, seperti disampaikan oleh media lokal.

Tanah longsor terjadi pada Kamis pagi di Pantukan, Provinsi Compostela Valley, Pulau Mindanao itu menimpa tambang emas rakyat.

Bencana serupa pernah terjadi di daerah itu, pada April 2011 lalu, dan menewaskan 14 orang.

"Sebuah uni militer berada di wilayah itu, tetapi mereka melakukan penggalian dengan tangan mereka," kata kepala pertahanan sipil, Benito Ramos kepada kantor berita AFP.

Ramos menambahkan sudah meminta tambahan peralatan kepada pemerintah provinsi dan perusahaan tambang lokal untuk mempercepat upaya penyelamatan.

Menurut pejabat setempat, hujan lebat sering terjadi di wilayah itu selama beberapa hari terakhir dan kemungkinan menjadi penyebab tanah longsor.

Aktivitas tambang yang tidak diatur telah menyebabkan wilayah pengunungan tidak stabil dan menyebabkan sejumlah kecelakaan, seperti disampaikan oleh media lokal.

Berita terkait