Sandera warga Australia, militan Filipina minta tebusan

Terbaru  5 Januari 2012 - 12:49 WIB
filipina abu sayyaf

Kelompok militan meminta tebusan US$2 juta untuk sandera warga negara Australia

Kelompok penculik yang menyandera seorang pria Australia di Filipina menuntut tebusan US$ 2 juta (Rp 18,3 milyar) untuk pembebasannya.

Pesan itu disampaikan melalui video yang dikirim ke istri korban, seorang wanita berkebangsaan Filipina. Sandera diidentifikasi bernama Warren Richard Rodwell.

Rodwell adalah seorang pensiunan tentara. Ia dilaporkan hilang dari rumahnya di kota Ipil yang terletak di pulau Mindanao, selatan Filipina bulan lalu.

Militer Filipina mengatakan ia diduga diculik oleh militan muslim Abu Sayyaf yang berafiliasi dengan Al Qaida.

Polisi menemukan bercak darah di lokasi penculikan pria berusia 53 tahun tersebut.

Rumah korban yang ditempati dengan istrinya, Miraflor Gutang, terletak di antara kota Pagadian di utara dan Zamboanga di selatan.

Korban meminta pertolongan Australia dan Filipina

Dalam foto-foto yang dikirim penculik ke istrinya tiga hari menjelang natal, menunjukkan Rodwell masih hidup tapi menderita luka di tangan kanan, kata komandan derah militer Zamboanga Mayjen Noel Coballes.

Sementara dalam rekaman video, Rodwell meminta keluarganya serta pemerintah Australia dan Filipina menolong pembebasan dirinya.

Selama ini kebijakan pemerintah Australia adalah tidak membayar tebusan atas penculikan terhadap warga negaranya.

Mayjen Coballes mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah Australia telah membentuk satuan tugas untuk membantu pemerintah Filipina.

Kedutaan Besar Australia di Manila mengeluarkan pernyataan bahwa "pemerintah Australia belum mengirim tim negosiasi ke Filipina," demikian dilansir kantor berita AFP.

"Pemerintah Filipina memimpin segala tindakan untuk merespon penculikan Rodwell. Kedutaan besar kami di Manila bekerja sama dengan mereka," kata pernyataan tersebut.

Penculikan untuk tebusan sering terjadi di kepulauan selatan Filipina, sasarannya kerap adalah warga negara asing. Sebagian besar wilayah di sana adalah basis kelompok militan muslim dan pemberontak.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.