Sejumlah pejabat Nigeria dukung Boko Haram

Boko Haram
Image caption Kantor PBB di Abuja hancur akibat serangan bom yang didalangi Boko Haram.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengatakan untuk pertama kalinya dia menduga sejumlah pejabat pemerintahan dan keamanan menjadi simpatisan Boko Haram.

Komentar Goodluck Jonathan ini muncul di tengah gelombang aksi kekerasan di Nigeria Utara yang diduga didalangi Boko Haram.

Aksi kekerasan itu menyebabkan puluhan orang tewas yang sebagian besar adalah warga pemeluk Kristen.

"Sebagian dari mereka (anggota Boko Haram) ada di dalam pemerintahan, sebagian di parlemen dan sebagian lagi bahkan ada di sistem peradilan," kata Jonathan saat menghadiri kebaktian di Gereja Remembrance Day di ibukota Abuja.

"Sebagian lagi bahkan ada di dalam tubuh angkatan bersenjata, kepolisian dan agen keamanan," tambah dia.

Selain itu, Presiden Jonathan menambahkan, situasi keamanan di Nigeria saat ini jauh lebih buruk ketimbang di masa perang saudara empat dekade lalu yang menewaskan lebih dari satu juta orang.

"Selama perang saudara, kita mengetahui dan bahkan bisa menduga dari mana musuh akan muncul. Namun saat ini situasinya lebih rumit," tegasnya.

Saat ini, lanjut Jonathan, sebuah keluarga bahkan tidak mengetahui jika salah satu anak mereka menjadi anggota kelompok Boko Haram.

"Ini berarti, jika orang itu memasang bom di belakang rumah Anda, maka Anda tidak pernah akan mengetahuinya," tambah dia.

Situasi darurat

Pekan lalu, pemerintah Nigeria menetapkan situasi darurat di Negara Bagian Borno Yobe, kawasan pegunungan di Nigeria Tengah serta Negara Bagian Niger di sebelah barat akibat kekerasan etnis dan sektarian.

Seorang pemuka agam Kristen senior bahkan menyatakan Nigeria kini sudah diambang perang saudara.

Kelompok Boko Haram meningkatkan aksinya di kawasan utara dan tengah Nigeria dalam beberapa bulan belakangan ini. Salah satunya adalah serangan pada hari Natal lalu yang menewaskan puluhan orang.

Di Negara Bagian Adamawa, serangan Boko Haram juga terjadi pada Jumat (6/1) yang menewaskan sedikitnya 30 orang. Akibatnya, jam malam diberlakukan di Adamawa.

Kelompok Kristen menuding pemerintah tidak melakukan cukup upaya untuk menghentikan aksi-aksi berdarah itu.

"Kami mempunyai hak untuk melindungi diri kami. Dan kami akan melakukan apapun untuk membela diri," kata Presiden Asosiasi Kristen Nigeria, Pastor Ayo Oritsejafor.

"Aksi-aksi pembunuhan ini merupakan pembersihan etnis dan agama secara sistematis," tambah dia.

Boko Haram yang secara harafiah berarti 'Pendidikan Barat Terlarang' bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Nigeria dan mendirikan sebuah negara Islam.

Salah satu faksi kelompok ini bahkan sudah memperingatkan warga Nigeria Selatan yang sebagian besar adalah pemeluk Kristen dan animisme untuk meninggalkan Nigeria Utara yang dihuni Muslim.

Berita terkait