Pidato perlawanan Presiden Bashar al-Assad

 President Bashar al-Assad menyampaikan pidato di Universitas Damaskus Hak atas foto AP
Image caption Presiden Assad mengklaim dunia internasional coba ganggu stabilitas Suriah.

Presiden Suriah Bashar al-Assad menyampaikan pidato televisi yang disiarkan secara nasional, sementara unjuk rasa terus berlangsung menentang kepemimpinannya.

Dalam pidatonya di Universitas Damaskus, Presiden al-Assad mengatakan dunia internasional dan kawasan berupaya mengguncang stabilitas di Suriah namun mereka tidak berhasil.

Dia menambahkan konspirasi tersebut jelas bagi semua orang.

"Hal itu sekarang sudah dijelaskan di depan semua orang. Tidak ada lagi yang bisa ditipu."

Presiden al-Assad juga mengaku kaget dengan Liga Arab yang menurutnya berpihak menentang Suriah dan bukan berdiri bersama.

"Keluar dari Liga Arab atau diberhentikan sementara bukan masalah bagi kami. Pertanyaannya adalah siapa yang akan gagal, yang akan rugi. Suriah atau Liga Arab?"

Walau mengkritik Liga Arab, dia mengaku tidak akan menutup pintu untuk upaya penyelesaian dari Liga Arab sepanjang menghargai kedaulatan Suriah.

Kekerasan masih berlangsung

Liga Arab sudah membekukan keanggotaan Suriah untuk sementara waktu karena aksi kekerasan yang ditempuh aparat keamanan Suriah terhadap para pengunjuk rasa.

Walau tim pemantau Liga Arab sudah berada di Suriah sejak Desember 2011, dilaporkan bahwa kekerasan terhadap pengunjuk rasa masih tetap berlangsung.

Lewat pidatonya, Presiden al-Assad juga menegaskan tidak ada perintah kepada aparat keamanan untuk melepas tembakan terhadap pengunjuk rasa.

"Berdasarkan hukum, tidak ada ada yang boleh melepaskan tembakan, kecuali untuk membela diri," tambahnya.

Pemerintah Damaskus berulang kali menyatakan bahwa mereka sedang menghadapi perlawanan kelompok bersenjata.

Bulan lalu, PBB memperkirakan lebih dari 5.000 orang tewas dalam unjuk rasa di Suriah dan para pegiat hak asasi manusia mengatakan sejak laporan itu korban jiwa ratusan warga sipil masih berjatuhan.

Unjuk rasa menentang kepemimpinan al-Assad berlangsung sejak Maret tahun lalu.

Pihak oposisi menuduh pemerintah Suriah mencoba menyesatkan tim pemantau Liga Arab dengan mengarahkan mereka ke kawasan-kawasan dengan pendukung pemerintah yang kuat.

Berita terkait