Cina kecam sanksi Amerika Serikat

Terbaru  15 Januari 2012 - 17:12 WIB
Minyak Iran

Iran adalah pemasok minyak mentah terbesar ke Cina bersama Angola dan Arab Saudi.

Pemerintah Cina mengecam sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat untuk perusahaan Cina, Zhuhai Zhenrong yang menjual produk-produk minyak olahan ke Iran.

Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan menerapkan sanksi terhadap Zhuhai Zhenrong berdasarkan undang-undang Amerika Serikat adalah sesuatu yang tak masuk akal.

"Menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan Cina berdasarkan undang-undang AS sama sekali tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan isi resolusi Dewan Keamanan PBB atas isu nuklir Iran," kata juru bicara Kemenlu Cina, Liu Weimin.

"Cina menyatakan kekecewaannya dan secara tegas menolak sanksi," tambah Weimin.

Washington menuding Zhuhai Zhenrong adalah satu dari tiga perusahaan pemasok produk-produk minyak olahan terbesar ke Iran.

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan sanksi itu dijatuhkan untuk mencegah perusahaan itu mendapatkan lisensi ekspor dari AS, pendanaan dari bank ekspor impor AS atau pinjaman lebih dari US$10 juta dari lembaga keuangan AS.

Dan sanksi ini adalah bagian dari upaya internasional untuk memaksa Iran menghentikan ambisi nuklirnya.

Uni Eropa juga telah sepakat untuk mengikuti jejak AS membekukan aset-aset milik Bank Sentral Iran dan menjatuhkan embargo impor minyak Iran.

PM Cina kunjungi Arab Saudi

Bersamaan dengan kecaman Kemenlu Cina, PM Wen Jiabao melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi, negara pengekspor minyak terbesar ke negeri Tirai Bambu.

Seperti dikutip kantor berita Xin Hua kepada Pangeran Nayef, Wen mengatakan kedua negara kini berada di dalam tahapan penting dalam pembangunan dan melihat prospek besar untuk memperkuat kerja sama.

"Kedua negara harus berupaya untuk memperluas perdagangan dan kerja sama baik dalam hal minyak mentah atau gas alam," kata PM Wen.

Dalam kunjungannya itu, perusahaan minyak Arab Saudi Aramco dan perusahaan minyak Cina Sinopec mencapai kesepakatan awal untuk membangun kilang minyak di kota Yanbu dengan kapasitas 400.000 barel per hari.

Perhatian Cina

"Menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan Cina berdasarkan undang-undang AS sama sekali tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan isi resolusi Dewan Keamanan PBB atas isu nuklir Iran."

Liu Weimin

Sanksi terhadap ekspor minyak Iran menjadi perhatian serius Cina, yang membutuhkan banyak pasokan energi untuk menjaga pertumbuhan ekonominya.

Iran saat ini adalah pemasok minyak mentah terbesar untuk Cina disusul Angola dan Arab Saudi.

Sementara itu, Teheran memperingatkan negara-negara tetangganya tidak menutup kekurangan minyak dunia saat Iran dikenai sanksi AS dan Uni Eropa.

"Kami tak akan menganggap aksi demikian sebagai sebuah tindakan bersahabat," kata perwakilan Iran untuk OPEC, Mohammad Ali Khatibi.

"Jika negara-negara penghasil minyak di Teluk Persia memutuskan untuk menggantikan minyak Iran, mereka harus bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi," tambah Khatibi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.